Senin, 23 Maret 2015

Benteng Makes, Nusa Tenggara Timur

Di Gunung Makes, terhampar rerumputan hijau dilengkapi kaktus dengan bunga berwarna-warni. Kesunyian yang menawan ini lebih banyak disinggahi hewan ternak termasuk kuda untuk mengisi perutnya hingga kenyang. Padahal, tidak jauh dari hamparan rumput hijau tersebut berdiri sebuah benteng yang patut Anda kunjungi selama di Belu. Wilayah berbukit kecil yang tidak ternama tersebut berlokasi di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, NTT. Sebuah tempat di ketinggian yang sempurna untuk melototi indahnya Matahari terbenam dibonusi Pantai Motadikin menawan terbentang di hadapan. 


Benteng Makes masih berdiri rapih dan terlihat terawat dengan mempertahankan kealamiannya. Di sini juga akan Anda lihat beberapa makam tua. Dahulu bukit tersebut memiliki peran penting sebagai salah satu titik pertahanan sehingga didirikanlah sebuah benteng pertahanan. Tidak tanggung-tanggung benteng ini disusun 7 lapis pintu masuk dan lorong-lorong jalan keluarnya di belakang benteng. Benteng Makes menurut cerita masyarakat setempat sudah ada sebelum penguasaan Portugis dan beberapa kali berpindah tangan sampai akhirnya dijaga oleh 3 pahlawan lokal dai 3 suku lokal yaitu suku Loos, suku Sri Gatal, dan suku Monesogo. Juru kunci benteng ini bernama Andreas Malimanek (78 tahun). Beliau dapat bercerita kepada Anda kisal lain di balik benteng ini. Termasuk hal-hal bersifat mitologis-legendaris yang diyakini masyarakatnya. Masyarakat setempat juga masih memanfaatkan benteng ini untuk berdoa.


TRANSPORTASI
Benteng Makes berada di Desa Dirun, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Untuk menuju lokasi maka Anda dapat mengaksesnya melalui Atambua yang berjarak sekitar 26 km dengan kendaraan pribadi atau sewaan yang cukup siap untuk medan sedikit menantang karena berada di atas gunung sehingga jalanan berupa batuan kerikil belum beraspal. Anda juga dapat memanfaatan ojek untuk sampai ke Benteng Makes dengan ongkos Rp100.000,- Kabupaten Belu sendiri merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan ibukotanya Atambua. Berada di sebelah timur Flores dengan berbatasan dengan Selat Ombai, sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Timor. Kabupaten ini  sebelah timur berbatasan langsung dengan Timor Leste dan di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Timor Tengah selatan (TTS).


KULINER
Setidaknya Anda perlu mengetahui beberapa jenis makanan khas Nusa Tenggara Timur sekadar menyesuaikan dengan selera. Se'i babi merupakan makanan khas NTT yang mudah Anda temukan di jalan-jalan. Makanan ini dapat Anda tebak asal dagingnya dari hewan apa. Dimasak dengan cara diasap dan dicampur dengan rempah-rempah serta garam. Cicipi lawar,  yaitu sambal khas Nusa Tenggara Timur yang terbuat dari cabai, bawang, garam, dan sarden mentah. Ada pula makanan penutup yaitu catemak jagung yang rasanya asin yang terbuat dari jagung, labu lilin, dan kacang hijau.

Minggu, 22 Maret 2015

Museum Bahari Ende, Nusa Tenggara Timur

   
Di Museum Bahari Ende dapat Anda nikmati sekitar 22.000 benda koleksi bukti kekayaan laut Nusantara terutama sekitaran Nusa Tenggara. Hingga kini ada 1.000 jenis spesies karang dan 300 spesias ikan dapat Anda amati di museum ini. Ruangan museumnya lengkap dengan aneka koleksi laut yang tertata. Berbagai koleksi itu ada yang sudah jarang ditemukan dan bahkan tidak ditemukan lagi karena punah. Meskipun ruangannya tidak begitu besar sehingga benda koleksinya nampak berhimpitan akibat jumlah koleksi terus bertambah namun wisatawan mancanegara yang mengunjungi sudah ada dari 30 negara. Dalam daftar tamu museum, tertera nama pengunjung dan asal negara mereka yaitu: Australia, Amerika, Belanda, Belgia, California, Kanada, Cekoslowakia, Denmark, Finlandia, Hongaria, India, Israel, Irlandia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Korea, Luxermburg, Mexico, Norwegia, Polandia, Philipina, Perancis, Rusia, Afrika Utara, Swedia, Spanyol, Skotlandia, hingga Taiwan. 


Bila wisatawan dari berbagai negara saja mengunjungi museum ini maka mengapa tidak Anda mengunjunginya segera! Koleksi di Museum Bahari Ende dapat dikatakan yang terlengkap di Indonesia. Diantaranya adalah: pisces (ikan), crustacea (udang, kepiting, dan lobster), mollusca(kerang laut), enchinodermata (teripang bulu babi), reptilia laut (penyu laut),mamalia (ikan paus), hingga algae (rumput laut yang sudah diolah). Pelajar di Ende telah menjadikan museum ini sebagai sarana pendidikan dan menanamkan kesadaran untuk menjaga, melindungi, memelihara dan melestarikan lingkungan laut. Museum Bahari Ende resmi berdiri sejak 14 Agustus 1996 yang digagas, didirikan, dan dikelola oleh Pater Gabriel Goran,SVD. Karena keciantaannya kepada laut membuat Pater Gabriel mulai mengoleksi kekayaan laut Nusantara sejak tahun 1981. Awal tahun 1996 ia mengajukan pendirian museum ini kepada Pemda Ende dan mendapat tanggapan positif dukungan.


TRANSPORTASI
Lokasinya berada di Jalan Moh. Hatta, Ende, Flores, NTT. Tidak akan sulit Anda temukan karena berada sekitar 100 meter dari taman kota. Selain itu di sebelahnya juga terdapat Museum Rumah Adat yang berbentuk rumah adat berukuran besar.


KEGIATAN
Jangan lewatkan untuk melihat ikan duyung dari jenis yang sudah tidak ditemukan lagi dalam 50 tahun terakhir ini. Ikan duyung ini terjerat pukat nelayan tahun 2002 dan kini diawetkan dan dipajang dalam etalase kaca. Ada pula tulang-belulang ikan paus berukuran 30 meter dan lumba-lumba sepanjang 6 meter. Museum ini dapat memberi Anda dan keluarga nilai pendidikan tentang kelautan termasuk kekayaan biota laut Nusantara. Bahkan Anda juga dapat mengenal manfaat dari berbagai habitat laut untuk kesehatan. Jam kunjung museum adalah setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 WITA. Karcis masuk untuk dewasa Rp3.000,- dan anak-anak Rp1.000,-


Museum Bahari Ende
Jalan Moh. Hatta
Ende, Flores, NTT
Telepon 0813-537336

Sabtu, 21 Maret 2015

Gua Batu Cermin, Nusa Tenggara Timur


Batu Cermin, sebenarnya adalah sebuah terowongan atau gua di bukit batu yang gelap di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sinar matahari masuk ke dalam gua melalui lubang dan kemudian memantul di dinding batu yang seolah-olah merefleksikan cahaya kecil ke area lain di dalam gua seperti sebuah cermin. Itulah sebabnya tempat ini disebut batu cermin. Gua ini terletak di sebelah timur pelabuhan Labuan Bajo sekitar empat kilometer dari pusat kota. Gua ini memiliki hutan di mana Anda dapat menemukan kera ekor panjang dan babi hutan. Biro perjalanan menjual paket wisata ke Batu Cermin sebagai bagian dari program tur kota Labuan Bajo.


AKOMODASI
Labuan Bajo memiliki banyak penginapan untuk backpacker, juga memiliki hotel-hotel mahal dan mewah.

TIPS
Pastikan bahwa Anda membawalotion anti-nyamuk dan obat-obatan anti-malaria, karena Labuan Bajo merupakan daerah endemis malaria. Bawa juga krim anti sinar matahari, topi, dan kacamata hitam, karena cuaca sangat panas di sini selama musim kemarau. Anda juga dapat membeli di supermarket di kota atau di toko hotel.


BERBELANJA
Anda dapat membeli suvenir di kios dan toko-toko di Labuan Bajo, khususnya di Jalan Yos Sudarso. Di sana, Anda dapat menemukan kain ikat lokal dan kain songket tenun, dan patung kayu komodo. Pedagang asongan juga menjual kalung mutiara, hasil budidaya mutiara yang tidak sempurna.

BERKELILING
Anda dapat mengunakan mobil sewaan atau mobil travel dari bandara Labuan Bajo ke setiap tempat di daratan Flores. Tingkat harga tergantung pada negosiasi Anda, tetapi saat ini harga sebesar Rp 500.000 per hari. Hotel tempat Anda menginap dapat membantu Anda menemukan sebuah mobil sewaan. Untuk perjalanan Anda dalam kota, bemo (angkutan umum tradisional) dan taksi motor yang tersedia,  hanya beroperasi sampai pukul 21:00. Jika Anda ingin mengunjungi pulau-pulau terdekat, seperti ke Taman atau Rinca, Anda dapat menyewa kapal motor daspeedboat yang tersedia di pelabuhan.


KULINER
Hotel-hotel biasanya memiliki restoran sendiri. Restoran Gardena (di Hotel Gardena), misalnya, adalah restoran favorit. Di sini, Anda dapat menemukan berbagai jenis makanan Eropa dan Indonesia. Terkenal dengan ikannya yang manis & asam (Kerapu atau ikan tuna) dan pemandangan yang menakjubkan saat matahari terbenam. restoran lainnya antara lain adalah Paradise Bar dan Pub (dekat Golo Hilltop), Arto Moro, dan Matahari (Paradise dan Matahari memiliki pemandangan indah saat matahari terbenam).


TRANSPORTASI
Setiap hari, ada 2-3 penerbangan dari Bali ke Labuan Bajo oleh TransNusa, IAT (Indonesia Air Transport), dan Merpati. Selain itu, ada dua kali penerbangan seminggu dari Kupang. Perahu motor antar pulau dari Sape di Nusa Tenggara Barat juga tersedia setiap hari (bila cuaca memungkinkan) dan kapal Pelni dari Bali dan Lombok berhenti di sini setiap dua minggu.


KEGIATAN
Hampir semua tempat menarik di Labuan Bajo terletak di pulau-pulau yang menghadap ke pelabuhan ini. Kebanyakan pulaunya kosong dan Anda dapat pergi ke sana untuk berjemur, menyelam atau snorkeling. Pulau Bidadari memiliki pantai yang indah untuk berjemur. Lautnya cocok untuk snorkeling dan menyelam. Kepulauan Kanawa dan Pulau Kukusan Kecil juga cocok untuk snorkeling dan menyelam. Selain itu, pulau Serayu juga memiliki pasir putih dan karang yang indah.

Rabu, 18 Maret 2015

Desa Prailiu, Nusa Tenggara Timur


Prailiu adalah sar penduduk lokal menganut agama Kristen, mereka masih mengikuti tradisi-tradisi lokal berdasarkan agama asli mereka yaitu Marapu. Rsalah satu desa tradisional yang eksotis di Sumba. Terletak di pinggiran kota Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur sekitar dua kilometer dari pusat kota. Meskipun pembangunan berjalan dengan pesat, namun rumah-rumah tradisional berarsitektur tinggi dan beratapkan daun masih dapat Anda ihat di sini meski beberapa di antaranya sudah beratap seng dengan desain yang berbeda. Pemerintah daerah, dibantu Bank Dunia, saat ini sedang merekonstruksi rumah tradisional lokal di Prailiu. Meskipun sebagian beumah-rumah Tinggi dan proses penguburan misalnya, berkaitan erat dengan kepercayaan tradisional mereka. Rumah tradisional mereka memiliki tiga bagian, yaitu mewakili kosmologi setempat, bawah tanah sebagai rumah orang mati, bagian tengah rumah untuk hidup dan atap sebagai rumah para Dewa. Selain rumah-rumah tradisional, Prailiu juga memiliki sejumlah kuburan kuno. Anda juga dapat menemukan kain tenun tradisional yang terkenal dan melihat proses menenunnya di sini. 


TIPS
Sirih adalah makanan wajib bagi pengunjung. Anda tidak harus memakannya tetapi Anda harus sopan saat menolak makanan ini untuk menghormati kebiasaan setempat. Wisatawan dianggap pembeli potensial oleh para ibu yang menjual kain. Cara terbaik adalah Anda tidak melakukan transaksi terburu-buru tetapi berbincang-bincang terlebih dahulu. Keramahan akan membawa banyak keuntungan. Anda mungkin akan diberikan informasi tentang kain mana yang terbuat dari benang hasil produksi dan yang mana hasil tenun.


BERKELILINGAnda dapat menyewa mobil di bandara Waingapu. Jika Anda seorang tamu hotel, Anda dapat meminta jemputan. Hotel biasanya menyediakan mobil sewaan. Di dalam kota, tersedia motor taksi yang dapat membawa Anda berkeliling. Anda hanya berdiri dipinggir jalan maka mereka akan datang menghampiri untuk menawarkan jasa mereka.


TRANSPORTASIMerpati Airlines memiliki penerbangan reguler ke bandara Waingapu, menyediakan penerbangan juga dari Kupang melalui Maumere dan dari Denpasar 4 kali seminggu (Merpati Waingapu: 0387-61323). TransNusa juga menyediakan rute dari Kupang tetapi jadwalnya tentatif. Merpati terbang dengan frekuensi yang sama ke Tambolaka di Sumba Barat, namun Anda harus berkendara selama empat jam ke Waingapu. Meskipun berkelok-kelok, kondisi jalan dari Tambolaka ke Waingapu kondisinya baik. Sebagai bonus Anda akan disuguhkan padang rumput sabana di Sumba Timur yang merupakan pemandangan menakjubkan di sepanjang jalan. Untuk transportasi laut, perahu bermotor dari Ende dan Aimere di Flores dan dari Kupang di Timor (ASDP-Waingapu: 0387-61533) tersedia). Kapal Pelni tiba di Waingapu dua kali seminggu.


KEGIATANAnda dapat melakukan banyak hal di Prailiu. Penduduk lokal akrab dan ramah terhadap turis dan peneliti. Anda juga dapat melihat ibu-ibu yang sedang menenun kain dan dapat menunjukkan kepada Anda bagaimana cara menenun, memutar, dan membuat pewarna alami untuk benang. Membeli kain dan berbagai jenis produk anyaman adalah hal yang mereka harapkan dari wisatawan. Anda bisa berkeliling desa sambil mengamati rumah-rumah tradisional dan kuburan penuh ukiran dan proses pengawetan mayat.

Liang Bua, Nusa Tenggara Timur


Liang Bua adalah sebuah gua di bukit batu kapur di Kabupaten Manggarai, Flores. Masyarakat lokal sangat akrab dengan gua ini karena ukurannya yang besar (panjang 50 meter, lebar 40 meter, dan tinggi 25 meter). Karena ukurannya yang besar  gua ini pernah digunakan sebagai tempat ibadah dan sekolah. Liang Bua telah terkenal di seluruh dunia setelah ditemukannya sebuah tengkorak manusia purba yang berukuran pendek yang disebut sebagai Homo floresiensis. Fosli ini ditemukan pada kedalaman 6 meter. Ukuran kerangka otaknya hanya 430 cc (dibandingkan dengan manusia normal yang memiliki ukuran otak 1.400 cc). Arkeolog berpendapat bahwa tengkorak ini berasal dari 2 juta-12.000 sebelum masehi atau di zaman pleistosen. Selain itu, pada kedalaman 10,7 meter, tulang binatang purba juga ditemukan termasuk dari Stegodon (gajah purba), komodo, kura-kura, dan kadal.


AKOMODASI
Hotel tidak tersedia di Liang Bua. Hotel atau motel terdekat terletak di Ruteng. Rima Hotel, Losmen Agung, Hotel Sindha dan Hotel Dahlia adalah pilihan yang baik untuk tinggal di Ruteng.


TIPS
Harap membawa makanan dan minuman sendiri. Hati-hati saat menggunakan mobil pribadi atau taksi motor karena jalan ke Liang Bua dari Ruteng sangat sempit dan hanya bisa dilewati oleh satu mobil saja. Kondisi mengemudi juga berbahaya karena jalannya yang berbukit.


BERBELANJA
Tidak tersedia toko suvenir di dekat Liang Bua.

BERKELILING
Anda hanya bisa mengelilingi Liang Bua dan sekitarnya dengan berjalan kaki.


KULINER
Tidak ada restoran atau warung makanan tersedia di sini. Restoran terdekat terletak di Ruteng. Restoran Merlin, di Jalan Bhayangkara (0385-22475), melayani berbagai jenis makanan Cina dan Indonesia. Selain itu, Agape Cafe, yang juga terletak di Jalan Bhayangkara,  melayaniespresso, bir, dan makanan Barat, Cina dan Indonesia.


TRANSPORTASI
Liang Bua terletak 14 kilometer dari Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai. Bemo (angkutan umum pedesaan) dan truk yang mengangkut penumpang dari Ruteng biasanya melewati situs ini tapi jadwal mereka tidak tentu. Cara terbaik untuk mengunjungi gua ini adalah dengan menggunakan mobil sewaan atau taksi motor. Untuk mencapai Ruteng, Anda dapat mengambil transportasi darat dari Labuan Bajo, Ende atau Maumere. Setiap hari ada penerbangan dari Kupang ke Maumere dan Ende. Ada juga penerbangan setiap hari dari Denpasar ke Labuan Bajo, dan dua kali penerbangan seminggu dari Kupang ke Ruteng.


KEGIATAN
Disamping temuan arkeologi yang terkenal, tidak ada replika atau informasi mengenai temuan ini terletak di Liang Bua. Pengunjung hanya bisa melihat gua besar dengan batu stalagmit atau penalaran bahwa gajah kuno, komodo dan manusia pendek (Homo floresiensis) pernah tinggal di sini ribuan tahun yang lalu. Dekat Liang Bua, ada gua-gua lain seperti Gua Galang (dengan batu mandi) dan Gua Tanah. Anda dapat berjalan kaki ke gua tersebut.

Senin, 16 Maret 2015

Desa Sembalun Lawang, Nusa Tenggara Barat


Sembalun Lawang adalah sebuah desa kecil yang berlokasi di sebelah utara kaki Gunung Rinjani. Desa kecil yang indah di ketinggian sekira 1.156 m ini menyuguhkan pemandangan alam yang indah sekaligus menjadi salah satu jalur populer titik awal pendakian ke Gunung Rinjani (3.726 m dpl). Selain Desa Sembalun Lawang, Desa Senaru adalah pintu gerbang lainnya untuk mencapai kemegahan Gunung Rinjani yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Desa Sembalun Lawang yang bersuhu sejuk menjadi favorit sebagai titik awal pendakian karena membuat pendaki dapat menghemat energi dan waktu untuk mencapai puncak Gunung Rinjani. Dalam perjalanan menuju desa ini selama kurang lebih 4 jam dari Mataram, Anda akan disodori pemandangan alam hijau permai berlatar Gunung Rinjani yang gagah. 


Perjalanan dari Kota Mataram menuju Sembalun melewati jalan aspal yang berkelok-kelok, hutan, ladang pertanian, dan bahkan pemadangan laut Gili Trawangan dari kejauhan. Ladang-ladang pertanian terhampar apik, ditanami sayur-sayuran betingkat-tingkat. Nuansa pedesaan kental terasa terutama saat melihat petani melakukan aktivitas mereka dengan cara tradisonal. Setibanya di Desa Sembalun, pemandangan alam yang lain sudah menunggu untuk dikagumi. Selain hijau oleh pepohonan dan vegetasi pegunungan, desa ini nyaris dikelilingi oleh megahnya tebing-tebing batu yang kemiringannya nyaris mencapai 90 derajat. Dinding batu ini adalah hasil pembekuan materi letusan atau lava yang dimuntahkan Gunung Rinjani ratusan tahun lalu.  Di beberapa bagian, tampak lumut dan rerumputan melapisi batuan tersebut menambah pesona kecantikannya. Udara segar pegunungan akan memenuhi paru-paru Anda. Sungguh nuansa dan pemandangan alam tropis yang eksotis dan berkesan.


KEGIATAN
Selain menyimpan pesona dan keindahan panorama alam, sebagai pintu masuk memulai pendakian Gunung Rinjani, Desa Sembalun Lawang memiliki peran penting sebagai tempat singgah dan mengumpulkan tenaga sebelum menantang diri menaklukkan Gunung Rinjani. Di desa ini pula terdapat Posko Rinjani Information Center (RIC) Sembalun, yaitu pusat informasi dan juga tempat pendaftaran bagi para pendaki. Penginapan danhomestay juga banyak terdapat di desa ini. Selain itu, porter handal yang dapat merangkap sebagai koki siap mengantar ke Puncak Rinjani atau ke Danau Segara Anak. Mereka juga terkenal memiliki kekuatan fisik yang baik. Berikut adalah rute Sembalun Lawang - Gunung Rinjani.


Sembalun Lawang - Pos 1
Desa Sembalun Lawang berada pada ketinggian sekira 1156 m dpl dan merupakan titik permulaan pendakian ke Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak. Di desa ini terdapat Rinjani Information Center (RIC) Sembalun, pusat informasi dan tempat pendaftaran bagi para pendaki. Bagi yang membutuhkan penginapan terdapat  Jarak tempuh normal melewati jalur ini adalah sekira 2 jam. Sepanjang jalur ini, savanna dan kontur jalan setapak yang naik turun serta berliku adalah jalur lintasan yang harus dilalui. Beberapa kali, Anda harus menyeberang jalur lahar dingin.
Pos 1 - Pos 2
Pos 1 atau Pos Pemantauan berada pada ketinggian 1300 m dpl berupa sebuah pondok tanpa lantai yang teletak di tengah daerah padang rumput. Pos ini tidak ada sumber air. Perjalanan dari Pos 1 menuju Pos 2 dapat ditempuh sekira 1 jam. Jalur Pos 1 ke Pos 2 merupakan jalur melintasi padang rumput yang terbuka, beberapa aliran lahar, dan sungai kering; jalanan sudah mulai menanjak.
Pos 2 - Pos 3
Jarak tempuh dari Pos 2 (Pos Tengengean) ke Pos 3 adalah sekira 1 jam perjalanan. Pos ini berada di ketinggian 1500 mdpl. Di pos ini, terdapat fasilitas seperti sumber mata air dan toilet.  
Pos 3 - Plawangan Sembalun
Pos 3 (Pos Pada Balong) terletak pada ketinggian 2000 mdpl. Pos ini biasanya menjadi area kemping bagi  para pendaki. Jalur dari Pos 3 menuju Plawangan Sembalun dapat ditempuh sekira 3,5 jam dengan jalur berupa tanjakan mendaki bukit yang bertingkat seolah tak habis-habisnya. Di jalur ini Anda harus menaklukkan tanjakan bukit sembilan, sebab memang pendaki akan mendaki sembilan bukit untuk sampai di Plawangan Sembalun.
Plawangan Sembalun - Puncak Rinjani
Plawangan berada di ketinggian 2639 mdpl yang merupakan dataran yang cukup luas. Daerah ini cocok untuk mendirikan tenda dan biasa dijadikan tempat bermalam sebelum mencapai puncak Gunung Rinjani keesokan harinya, terlebih lagi dari tempat ini pemandangan ke Danau Segara Anak tampak jelas. Plawangan Sembalun - Puncak Rinjani dapat ditempuh sekira 3 jam melintasi jalur berupa tanjakan-tanjakan yang curam. Terlebih lagi saat mulai mendekati puncak; kontur tanah yang berpasir halus menjadikan jalur ini berdebu dan licin.


TIPS
Pastikan stamina Anda prima sebab jalur mendaki ke Puncak Rinjani cukuplah jauh dan menantang. Selain itu sebaiknya pendakian Anda didampingi pemandu berpengalaman guide dari Rinjani Information Center  (RIC) dan sangat tidak disarankan mendaki tanpa pemandu. Jalur trekking ke Puncak Rinjani biasanya ditutup saat bulan-bulan musim penghujan, yaitu antara Desember-Maret. Hal ini dikarenakan jalur pendakian tentu akan lebih licin dan berbahaya. Kenakan dan bawalah perlengkapan serta peralatan yang kiranya Anda butuhkan selama pendakian, seperti jaket, sepatu yang nyaman untuk mendaki, syal, sleeping bag, makanan dan minuman, obat-obatan, dan lain sebagainya. Untuk sleeping bag, Anda dapat menyewanya di Desa Sembalun.


Taman Nasional Gunung Rinjani
Jl. Arya Banjar Getas, Lingkar Selatan - Ampenan
Lombok Barat, NTB
Telepon & Fax: +62 370660 8874
Email: info@rinjaninationalpark.com
Website: www.rinjaninationalpark.com


TRANSPORTASI
Desa Sembalun Lawang dan Desa Senaru merupakan dua titik permulaan untuk mendaki Gunung Rinjani. Jaarak dari Mataram ke Desa Sembalun Lawang dapat ditempuh dengan kendaraan selama kurang lebih 4 jam perjalanan dari Timur Mataram. Sementara untuk ke Desa Senaru dibutuhkan waktu sekira 3 jam perjalanan dari Utara Mataram. Untuk menuju Sembalun atau Senaru, Anda dapat menyewa mobil dari Mataram dengan tarif sekira Rp300.000,00,-.

Minggu, 15 Maret 2015

Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Papua Barat

Teluk Cendrawasih adalah taman nasional dengan perairan terluas di Indonesia. Di kawasan ini berdiam kekayaan biota laut yang amat mengagumkan. TNTC telah menjadi perwakilan ekosistem terumbu karang, pantai, mangrove dan hutan tropika di Papua. Inilah tempat yang dapat menjadi alasan kuat untuk Anda memperpanjang jadwal wisata selama berada di Papua Barat dan atau Papua. Teluk Cendrawasih menjadi surga bagi banyak tumbuhan dan hewan baik di darat apalagi di bawah airnya. Lalu yang paling dinantikan adalah perjumpaan dan interaksi dengan raksasa bawah laut, yaitu hiu paus yang ramah. Bagaimana pun, perjumpaan dengan ikan terbesar di muka bumi itu begitu sangat menggoda dan menjadi impian para penyelam. Penyingkapannya di Teluk Cendrawasih adalah sebuah penemuan besar dalam dekade ini. 


Taman Nasional Teluk Cendrawasih adalah sebuah teluk yang dikelilingi beberapa pulau, di antaranya adalah Pulau Biak, Pulau Yapen, dan daratan utama Pulau Papua. Secara administratif wilayahnya berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Nabire, Provinsi Papua. Lokasinya ada di tepi Samudera Pasifik dan merupakan daerah lempengan benua  sehingga menjadikan sangat kaya flora dan fauna. Taman nasional ini mempunyai 14 jenis flora yang dilindungi dan sebagian besar didominasi jenis pohon kasuarina. Apabila Anda mengira bahwa Raja Ampat adalah yang terkaya maka di Teluk Cenderawasih menanti pemandangan yang lebih beragam dengan daya pikat utamanya melihat langsung hiu paus. Kawasan ini meliputi 18 pulau  dengan panjang garis pantai sekira 500 kilometer. Seluruh kawasan cagar lautnya menjadi habitat berbagai jenis burung dan satwa laut, seperti remis raksasa, kura-kura, hiu, penyu, lumba-lumba, dan dugong.  Taman Nasional Teluk Cendrawasih diresmikan tahun 1993 dengan luas sekira 1.453.500 hektar membentang dari timur Semenanjung Kwatisore hingga Pulau Rumberpon. Kawasan TNTC meliputi luas lautan sekira 89,8% dengan terumbu karangnya sekira 5,5%, daratan pulau-pulaunya sekira 3,8%, serta daratan dan pesisir pantainya hanya sekira 0,9%.


Anda tidak harus menjelajah semuanya untuk menikmati keindahan Teluk Cendrawasih tetapi hanya perlu meyambangi beberapa tempat saja di antaranya adalah: Pulau Yoop, Pulau Nusrowi, Pulau Mioswaar, Pulau Numfor, dan Pulau Rumberpon. Adalah sangat mengesankan apa yang ada di bawah lautnya dimana persentase karang hidupnya mencapai 65,64% atau jika ditotal memakan area seluas 70.000 hektare. Di sini berdiam sekira 36 jenis burung, 196 jenis moluska, 209 jenis ikan, serta paus dan lumba-lumba. Kawasan ini juga menjadi tempat bagi empat jenis penyu yang dilindungi, yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Perairan Teluk Cenderawasih adalah kawasan konservasi laut terbesar di Indonesia sekaligus menjadi pusat penelitian hiu paus atau whale shark (Rhincodon typus) di dunia dengan kerja sama antara pemerintah, swasta, masyarakat, perguruan tinggi dan LSM dalam dan luar negeri. Pengamatan hiu paus di Kwatisore telah dijadikan lokasi penelitian. Di sini hiu paus sering muncul ke permukaan dan terbiasa berinteraksi dengan nelayan. Umumnya mereka muncul di sekitar bagan (rumah terapung tempat menangkap ikan) yang banyak ditemukan di sepanjang perairan Kwatisore. Taman Nasional Teluk Cendrawasih telah menjadi surga bagi para penikmat wisata bahari dan bawah laut internasional. Selain itu, kawasan ini juga memiliki wisata jelajah gua yang ada di Pulau Mioswaar, sekaligus merupakan sumber air panas yang mengandung belerang. Di gua ini pun terdapat kerangka leluhur suku Wandau yang amat dijaga keberadaannya dan dipercaya sebagai manusia pertama yang datang ke pulau ini. Hal serupa juga terdapat di Pulau Numfor dimana terdapat tengkorak manusia serta piring antik dan peti berukir yang sangat tinggi nilai sejarah dan budaya.

 

AKOMODASI
i kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih belum tersedia hotel maupun penginapan. Umumnya dive operator diving memberi pelayanan tinggal di atas kapal atau live-aboard selama 4-10 hari. Semua kebutuhan harian tersedia di sini, mulai dari tempat tidur, makanan, air tawar, peralatan dan pemandu diving, dan lainnya. Paket penyelaman seperti ini memang lebih mahal daripada pilihan generik lainnya tetapi absolut sekali bahwa live-aboard dapat membawa Anda menyambangi dan menyelami pulau-pulau kecil yang tersebar satu persatu di TNTC. Akan tetapi, apabila Anda berniat untuk bermalam maka dapat menetap di pondok wisata BTNTC di Distrik Rumberpon dengan menghubunginya terlebih dahulu. Pilihan lain  adalah Anda tinggal di rumah-rumah penduduk dengan menyewanya. Ada juga Ahe Resort yang dikelola orang asing dengan menawarkan paket selama satu minggu (USD 1.120) sudah termasuk transfer, pemandu, dan makan. Tempat ini ideal untuk Anda penyelam profesional dan petualang. Kunjungi websitenya: www.ahediveresort.com


TIPS
Saat terbaik untuk mengunjungi taman nasional terluas di Indonesia ini adalah pada Mei hingga Oktober meskipun hiu paus selalu ada sepanjang tahun. Anda harus mendapat izin terlebih dahulu dari pengelola atau pemerintah daerah setempat. Bagaimanapun ini untuk keselamatan dan data pengunjung. Informasi lebih lanjut silakan menghubungi pihak berikut.
Kantor Taman Nasional Teluk Cendrawasih
Jalan Trikora Wosi Rendani, Kotak Pos 229
Manokwari 98312, Papua Barat
Telp. (0986) 212212; 
Fax. (0986) 212437
E-mail : btntc@manokwari.wasantara.net.id
Bagaimana pun juga perjalanan dengan cara live-aboard adalah yang paling logis untuk menjelajahi banyak titik menyelam secara sekaligus di TNTC yang sulit dijangkau, tersebar, dan jauh dari daratan. Pilihlah operator yang tepat sesuai kebutuhan Anda. Perhatikan instruksi dive operator saat menyelam di TNTC, penting juga memerhatikan kedisiplinan waktu saat menyelam, waktu istirahat, dan peringatan untuk tidak menyentuh hiu paus meskipun mereka begitu jinak dan bersahabat.


TRANSPORTASI
Untuk datang ke Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Anda yang datang dari Indonesia bagian Barat maka dapat memanfaatkan penerbangan Garuda dan Lion dariJakarta, Surabaya, Denpasar,Makassar untuk menuju Biak. Berikutnya dari Biak menggunakan pesawat Susi Air ke Manokwari atau Nabire. Tersedia juga tentunya penerbangan dari Jayapura ke Biak. Anda yang datang dari Jakarta dapat memanfaatkan penerbangan dengan Batavia ke Manokwari untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan menggunakan kapal motor sejauh 95 km. Alternatif lain Anda masuk melalui Bandara di Nabire untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Taman Nasional Laut Teluk Cendrawasih menggunakan perahu motor sejauh 38 km atau sekira 3 jam. Dari Jakarta, Surabaya, Makassardan Jayapura tersedia transportasi kapal laut ke Manokwari atau Nabire. Dari sana Anda dapat menggunakanlongboat dengan waktu sekira 6 jam ke Taman Nasional Teluk Cendrawasih tepatnya di Pulau Rumberpon. Pilihan lain dari Manokwari ke Ransiki dengan kendaraan darat sekira tiga jam dilanjutkan dengan motorboat sekitar 2,5 jam. Ada pula kapal perintis PELNI yang biasa singgah ke taman nasional ini tetapi hanya satu bulan sekali.


KEGIATAN
Bukit-bukit hijau di TNTC mengelilingi teluk ini begitu indah dihiasi ratusan burung camar menjadi latar belakang menawan. Anda dapat menikmati pemandangan itu dengan ditemani Matahari terbenam dan berbekal air kelapa atau langsung memetiknya. Di sepanjang pesisir pantainya terdapat hutan mangrove dan hewan yang dapat Anda amati. Umumnya penyelam yang datang ke sini akan memanfaatkan tinggal di perahu (live aboard) untuk menjelajah banyak titik menyelam di TNTC.
Hal paling menarik dapat ditemukan di Teluk Cenderawasih adalah keberadaan hiu paus atau whale shark (Rhincodon typus) tepatnya di Kwatisore. Hewan raksasa yang jinak ini memiliki panjang mencapai 14 meter tetapi hanya memakan ikan teri kecil (ikan puri) dan plankton. Hiu paus ini dapat dipanggil dengan cara melempar ikan puri ke laut kemudian hewan cantik ini akan menyembul ke permukaan air. Jangan heran, banyak penyelam saat snorkeling atau diving berenang begitu dekat dengan hewan ini. Akan tetapi, sekagum apa pun pada hewan cantik yang menjadi penemuan ikan besar dekade ini tetap jangan menyentuhnya. Alternatif untuk menemui hiu paus di Teluk Cendrawasih adalah di Ahe, bagian dari kepulauan Harlem atau  sekira 1,5 jam dari Nabire dengan perahu. Perjalanan dengan cara live aboard adalah yang paling logis untuk menjelajahi banyak titik menyelam secara sekaligus di TNTC yang sulit dijangkau, tersebar, dan jauh dari daratan. Pilihlah operator yang tepat sesuai kebutuhan Anda. Pihak operator akan mengatur segala kebutuhan Anda selama tinggal berhari-hari di atas kapal. Mereka juga akan mengarahkan pada banyak titik menyelam, mengatur perlengkapan, mengecek arus, menunggu dan memandu Anda selama penyelaman, hingga melayani kebutuhan makanan. 


Di Taman Nasional Laut Teluk Cendrawasih Anda dapat menikmati wisata bahari ke beberapa pulau-pulau dengan kakayaan bawah laut yang mengagumkan. Di sini tercatat ada lebih dari 209 jenis ikan, diantaranya adalah ornate ghost pipefish,bumphead parrotfishwobbegongscockatoo waspfish,  butterflyfish,  angelfishdamselfish,  parrotfishrabbitfish, dan anemonefish. Di sini Anda dapat juga menemukan ikan duyung (Dugong dugon), paus biru (Balaenoptera musculus), ketam kelapa (Birgus latro), lumba-lumba, dan hiu paus yang menjadi bintang atraksinya. Selain itu, Taman Nasional Teluk Cendrawasih juga menjadi habitat dari empat jenis penyu, yaitu: penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Ada juga beragam moluska seperti keong cowries (Cypraea spp.), keong strombidae (Lambis spp.), keong kerucut (Conus spp.), triton terompet (Charonia tritonis), dan kima raksasa (Tridacna gigas). Area pantai di Teluk Cenderawasih memang hanya sekira 0,9% dari total wilayahnya tetapi menyuguhkan panorama pantai yang indah, salah satunya adalah Pantai Serui. Di ini dapat Anda nikmati pantai dengan pasir putih, air yang jernih, dan ombak yang tenang.  Ada beberapa lokasi menarik untuk disambangi di kawasan yang cukup luas ini, yaitu seperti Pulau Rumberpon dimana ada lokasi untuk mengamati burung dan rusa. Pulau ini juga memiliki tempat menyelam dan snorkeling yang indah serta bangkai pesawat tempur Jepang yang jatuh di laut saat Perang Dunia II. Pilihan lain adalah menyambangi Pulau Nusrowi yang sama juga untuk menyelam dan snorkeling, serta pengamatan satwa. Di Pulau Mioswaar dapat Anda temukan sumber air panas dan air terjun. 


Di sini juga Anda dapat menyelam, snorkeling, mengamati satwa atau berinteraksi dengan budaya masyarakat setempat. Di Pulau Yoop, Wendesi, Wasior, dan Yomber dapat menjadi lokasi favorit untuk melihat ikan paus dan ikan lumba-lumba serta melihat sejumlah peninggalan kolonial dari abad 18. Sementara itu, di Pulau Roon ada juga tempat untuk menyelam dan snorkeling, mengamati satwa, air terjun, serta wisata budaya dan gereja tua. Umat Kristiani banyak yang berkunjung ke sebuah gereja di Desa Yende (Pulau Roon) untuk melihat kitab suci terbitan tahun 1898. Di Pulau Numfor dan Misowaar terdapat gua pra-sejarah dengan kerangka manusia dari zaman pra-sejarah, lengkap dengan lukisan-lukisan karya mereka, piring antik dan peti berukir. Di Tanjung Manggar ada sebuah gua dalam air dengan kedalaman 100 kaki. Gua alam ini merupakan peninggalan zaman purba dan memiliki sumber air panas yang mengandung belerang tanpa kadar garam.