Minggu, 12 April 2015

Taman Budaya Pampang, Kalimantan Timur


Taman Budaya Pampang adalah sebuah situs budaya yang layak untuk dikunjungi saat Anda berkunjung ke Kalimantan Timur. Suku Dayak Kenyah tinggal di daerah ini setelah bermigrasi tahun 1967 dari kampung halaman asli mereka di Apokayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur. Mereka meninggalkan desa untuk tinggal di dekat daerah perkotaan, sehingga mereka bisa mendapatkan pendidikan dan mudah untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka sehari-hari. Saat ini, tidak kurang dari 800 anggota masyarakat Dayak Kenyah tinggal di desa Pampang. Pentas kesenian Dayak Kenyah diadakan setiap hari Minggu pukul 2:00-03:00. Tidak ada acara yang diadakan selain hari Minggu. Biaya masuk sebesar Rp5.000,00 per orang


BERBELANJA

Selain seni pertunjukan, acara lain yang menarik bagi wisatawan di Taman Budaya Pampang adalah  berbagai jenis cinderamata lokal yang dibuat langsung oleh masyarakat Dayak Kenyah. Mereka menjual kalung, gelang, ikat pinggang, topi tengkorak, topi, pakaian tradisional dan assesoris yang sebagian besar terbuat dari manik-manik dan bambu. Salah satu kerajinan yang paling terkenal adalah tas bambu berbentuk oval. Harga tas ini sekitar Rp 250.000,00-Rp 300.000,00.


BERKELILING

Tujuan utama wisatawan yang mengunjungi Taman Budaya Pampang adalah untuk melihat seni pertunjukan yang dipentaskan oleh anak-anak, remaja dan orang dewasa Dayak Kenyah. Pengunjung juga dapat melakukan wisata desa dengan berjalan kaki, sebagian besar desa Pampang dihuni oleh masyarakat Dayak Kenyah. Dekat teater Rumah Lamin, terdapat galeri batik yang menjual berbagai jenis batik Kalimantan.

KULINER

Di daerah ini tidak tersedia warung makan atau restoran. Anda disarankan untuk membawa makanan kecil dan minuman selama Anda menikmati pentas kesenian suku Dayak Kenyah pada hari Minggu.


KEGIATAN

Pampang adalah sebuah taman budaya yang menarik dimana Anda bisa memahami kehidupan suku Dayak Kenyah. Pengunjung bisa melihat tarian menarik yang dilakukan oleh anak-anak remaja dan orang dewasa suku ini. Acara ini dilakukan dalam Lamin atau rumah adat suku Dayak. Biasanya 8 tarian dilakukan dalam satu pertunjukan seperti tari nyelamai Sakai (tarian menyambut tamu), ajay (tarian perang), enggang terbang dan berburu (tarian berburu).


TRANSPORTASI

Kalimantan Timur adalah sebuah provinsi yang unik. Meskipun Samarinda adalah ibu kotanya, namun pintu gerbang untuk masuk ke provinsi ini adalah melalui kota Balikpapan. Bandara utama provinsi ini adalah Sepinggan yang terletak di jalan Marsma Iswahyudi di Balikpapan. Dari Balikpapan, Anda bisa mengambil pesawat lokal dengan rute Balikpapan-Samarinda. Taman Budaya Pampang terletak di desa Pampang, Sungai Siring, Samarinda Utara kecamatan. Hanya sekitar 25 km dari Samarinda yang akan memakan waktu sekitar 30 sampai 45 menit. Jika Anda menggnakan kendaraan umum, Anda bisa pergi ke Pasar Segiri-Sungai Siring, di terminal Lempake di Samarinda.


TIPS

Perlu diketahui bahwa pertunjukan seni di Pampang hanya diadakan pada hari Minggu dari 14:00 sampai 15:00. Ketika Anda mengunjungi desa ini pada hari-hari lain (di luar jadwal acara)  maka Anda tidak akan menemukan sesuatu yang istimewa karena masyarakat Dayak Kenyah sibuk melakukan kegiatan sehari-hari mereka. Jika Anda ingin membeli suvenir, lebih baik datang satu jam sebelum pertunjukan. Masyarakat Dayak Kenyah biasanya membuka toko mereka mulai pukul 10:00 atau 11.00, setelah pertunjukan  biasanya mereka akan menutup kios. Setelah pertunjukan Anda dapat berfoto dengan anak-anak atau remaja lokal dalam pakaian tradisional mereka.


AKOMODASI
Desa Pampang relatif dekat dengan pusat kota Samarinda, oleh karena itu, sangat mungkin bagi Anda untuk tinggal di Samarinda. Anda akan menemukan banyak hotel bintang satu sampai dengan bintang empat di jalan-jalan tertentu di Samarinda.

Kamis, 09 April 2015

Taman Rekreasi Pulau Kumala, Kalimantan Timur


Pulau Kumala terletak di tengah Sungai Mahakam, melewati kota Tenggarong, di kabupaten Kutai Kartanegara. Pada awalnya, pulau seluas 85 hektar ini merupakan sedimentasi lumpur yang membentuk tanah. Pulau ini unik karena tampak seperti perahu di tengah sungai. Sebelum berubah menjadi sebuah tempat rekreasi modern, Kumala adalah sebuah tempat untuk ratusan bekantan (Nasalis Larvatus) dan berbagai jenis reptil liar Kalimantan. Taman Wisata Pulau Kumala dikembangkan sejak tahun 2002. Biaya masuk taman wisata ini adalah Rp2.000,00 per orang.


TRANSPORTASI
Lebih mudah dan dekat mencapai kota Tenggarong dari Samarinda. Dari bandara Sepinggan di Balikpapan, Anda dapat menggunakan baik pesawat lokal ke Samarinda atau Anda juga dapat naik taksi dengan tarif sebesar  Rp250.000,00 sampai Rp300.000,00.Dari sana, Anda dapat menggunakan ketinting atau perahu motor ke pulau Kumala di dermaga di jalan Diponegoro, Tenggarong. Perjalanan akan memakan waktu tidak lebih dari 5 menit untuk mencapai pulau ini dengan biaya  Rp4.000,00 (jika lebih dari 5 orang) atau Rp20.000,00 (jika kurang dari 5 orang) karena Anda akan dianggap menyewa perahu.


BERBELANJA
Toko yang menjual berbagai jenis suvenir tradisional tersedia di sini. Selain itu, berbagai jenis t-shirt juga dapat digunakan sebagai suvenir dari pulau Kumala.

BERKELILING
Untuk berkeliling di sekitar pulau, mobil wisata disediakan dengan harga tiket Rp3.000,00 – Rp4.000,00 per orang untuk setiap perjalanan. Jika kurang dari 5 penumpang, mobil ini harus disewa sebesar Rp20.000,00.


KEGIATAN
Taman Wisata Pulau Kumala seperti Disneyland kecil di Kalimantan Timur. Lokasinya di tengah pulau menjadikan taman ini berkesan eksotika dan berbeda ketika Anda menikmati berbagai fasilitas yang disediakan. Fasilitas yang paling terkenal adalah Sky Tower dimana para pengunjung bisa melihat seluruh pulau dan kota Tenggarong dari menara tinggi 78 meter. Menara ini bisa berputar berlahan-lahan sehingga para pengunjung bisa melihat seluruh pulau. Fasilitas lain yang disediakan antara lain adalah mobil bumper, Lamin Beyoq, Lamin Mancong, dan Lamin Wahau, komedi putar, patung Lembuswana, kolam air mancur, Danau Pesut dll.

KULINER
Kios makanan Taman Nasional menjual nasi rames dan bakso. 


AKOMODASI
Jika Anda ingin tinggal di tengah-tengah pulau, pengelolaan taman menyediakan pondok, lengkap dengan kolam renang dan katering. Anda harus memesan satu minggu sebelumnya sehingga manajemen bisa membuat persiapan yang tepat. Karena pondok tidak buka setiap hari, akan lebih baik jika memesan untuk berkelompok. Pondok ini bisa menampung hingga 100 pengunjung. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut, silakan hubungi +62 541 7069945.

Selasa, 07 April 2015

Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah


Jadwal penerbangan memungkinkan wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting langsung ke tujuannya dan melewatkan satu kota menarik dan menyenangkan di sepanjang Sungai Arut. Ya, kota tersebut adalah Pangkalan Bun. Siapa pun yang minum dari Sungai Arut pasti akan kembali ke Pangkalan Bun Ungkapan klasik tersebut cocok bagi mereka yang mengunjungi kota ini untuk pertama kalinya. Sebuah ungkapan yang menggambarkan perasaan rindu seseorang setelah mengunjungi kota ini. Kehidupan khas tepi sungai berpadu bersama beberapa situs bersejarah di pinggiran Pangkalan Bun yang istimewa. Pangkalan Bun berfungsi adalah pintu gerbang bagi Anda yang ingin memulai petualangan menjelajah di alam liar Taman Nasional Tanjung Puting yang eksotis Secara administratif, Pangkalan Bun adalah kecamatan dan merupakan ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat. Kota kecil yang ramai ini dahulu merupakan kursi kekuasaan Kesultanan Kutaringin pada masa pemerintahan Sultan Imanudin tahun 1811-1814. Secara historis, Kesultanan Kutaringin pernah menjadi kabupaten kerajaan Banjar yang muncul sebagai kesultanan yang terpisah pada masa pemerintahan Sultan Banjar IV Mustainbillah. Kesultanan ini berada di bawah pemerintahan Kerajaan jawa Majapahit, sehingga jejak budaya Jawa melimpah di daerah ini. Sisa-sisa peninggalan kesultanan dapat ditemukan di Keraton atau Istana Kuning, tepatnya di pusat kota Pangkalan Bun. Istana tersebut sudah pernah direkonstruksi karena pernah terbakar tahun 1986.


BERKELILING
Taksi dari atau ke Bandara Iskandar ongkosnya Rp50.000,00. Sementara opelet sekitar Rp5.000,00. Mini bus ke Kumai berangkat dari terminal yang terletak di dekat pasar di Jalan P. Antasari dengan biaya sekitar Rp10.000,00. Cara terbaik untuk berkeliling di sekitar Pangkalan Bun jelas tidak melalui darat, karena sebagaian besar kota berada di sepanjang Sungai Arut. Cara terbaik untuk berkeliling adalah menggunakan beberapa klotok tradisional atau perahu getek.


KEGIATAN
Tahun 1973, DR. Birute Galdinas mendirikan The Orangutan Care Center Quarantie (OCCQ) di Pangkalan Bun. Tempat ini merawat orangutan yang sakit dan yang disita oleh Kantor Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Fasilitasnya meliputi area seluas 100 hektar dan dapat menampung lebih dari 300 orangutan. Di lokasi karantina tersebut Anda dapat berinteraksi langsung dengan bayi orangutan yang manja. Anda akan dipandu dan diawasi oleh petugas yang bertanggung jawab. Tidak seperti kota-kota di Jawa atau pulau lainnya, kebanyakan kota di Kalimantan memiliki jalur transportasi utamanya berupa sungai dan Pangkalan Bun tidak terkecuali. Kelotok, getek perahu tradisional, juga perahu motor berbagai bentuk dan ukuran yang melewati Sungai Arut dan merupakan pemandangan umum kota ini. Di kedua tepi sungainya, beberapa rumah kayu tradisional dihiasi kegiatan harian penduduknya yang merupakan pemandangan yang menarik. Anda akan temukan juga area kampung China yang juga menghadap Sungai Arut. Jika Anda ingin berperahu dan menyisir sepanjang sungai yang panjang dan lebar maka tersedia beberapa klotok dan getek di beberapa titik sungai siap mengantarkan Anda menikmati pemandangannya. Ada juga beberapa kelotok dan getek parkir dibeberapa titik sungai yang menawarkan tur menyusuri sungai. Sekitar satujam perjalanan dari pusat kota Pangkalan Bun, sebuah pemandangan yang memanjakan mata siap menunggu Anda di Pantai Kubu. Pantai ini berupa jurang sepanjang 3 km dengan permukaan yang relatif datar. Airnya yang tenang sangat sempurna untuk kegiatan rekreasi. Ada juga daerah-daerah tertentu yang sempurna untuk memancing. Sepanjang pantai, Anda juga dapat mengamati dan bahkan merasakan langsung aktivitas nelayan setempat seperti yang ada di desa Kubu berupa desa nelayan.


AKOMODASI
Sebagai kota yang juga dianggap tujuan wisata sebelum menuju Taman Nasional Tanjung Puting, ada beberapa hotel dan penginapan sederhana yang dapat Anda temukan di Pangkalan Bun.


TRANSPORTASI
Jalur Udara
Trigana Air menghubungkan Pangkalan Bun Jakarta,Semarang, dan Surabaya melalui penerbangan harian ke dan dari Bandara Iskandar. Kalstar Aviation juga menyediakan penerbangan harian dari Semarang ke Pangkalan Bun. Dari Surabaya berangkat pada Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu. Dari Pangkalan Bun, Kalstar juga melayani penerbangan ke Jakarta, Banjarmasin, Ketapang,Pontianak, Sampit,  Semarang, dan Surabaya. Aviastar juga melayani penerbangan harian dari Jakarta dan dari Semarang setiap hari Senin dan Jumat. Aviastar juga melayani penerbangan ke Ketapang sekali setiap 2 hari.
Melalui Laut
Pelabuhan Kumai, sekitar 35 menit dari Pangkalan Bun melayani penyeberangan dari Jawa dengan kapal kargo, phinisi bugis dan schooner madura. Kapal Pelni menghubungkan Kumai dengan Semarang selam 24 jam dengan biaya Rp145.000,00 dan Surabaya melalui perjalanan 26 jam dengan biaya Rp153.000,00. Keduanya berangkat tiga kali seminggu.
Melalui Darat
Dari Palangkaraya, perjalanan darat dengan mobil memakan waktu sekitar 8-10 jam. Jalan dan jembatan dari Palangkaraya ke Pangkalan Bun relatif aman. Bus dari Palangkaraya berangkat  sekitar  jam 12-14 jam dengan harga Rp80.000,00 sampai Rp120.000,00.

Senin, 06 April 2015

Istana Kuning, Kalimantan Tengah


Saat mendengar nama Istana Kuning, kemungkinan besar akan terbayangkan sebuah bangunan megah berwarna kuning. Berbeda dengan Istana Maimun di Kota Medan yang juga dikenal sebagai Istana Kuning karena arsitekturnya dominan berwarna kuning, Istana Kuning yang satu ini tidaklah berwarna kuning kecuali pada gerbangnya saja. Istana Kuning yang dimaksud adalah sebuah bangunan indah warisan Kerajaan Kutaringin. Istana ini lokasinya berada tepat di jantung Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Keberadaan Istana Kuning telah menjadi salah satu suguhan wisata daerah yang istimewa untuk disambangi. Lalu mengapa ia bernama Istana Kuning? Ternyata warna kuning adalah warna keramat bagi masyarakat Kotawaringin. Istana ini didirikan pangeran ke-9 dari Kerajaan Kutaringin, yaitu Imanudin yang menjabat pada 1811-1841. Konon, Istana Kuning sebenarnya adalah istana kedua yang dibangun di Kalimantan Tengah setelah Istana Al Mursari di Kotawaringin Lama. Istana ini merupakan kebanggaan sejarah dan budaya kerajaan Islam di  Kalimantan Tengah. Arsitektur Istana Kuning yang nyatanya tidak berwarna kuning ini adalah terbuat dari kayu ulin yang terkenal kuat dan banyak dipakai pada bangunan-bangunan tradisional di Kalimantan Tengah. Bangunannya serupa rumah panggung yang megah meskipun terbuat dari kayu ulin yang tidak dicat warna-warni. Ya, memang warna kayunya yang kecokletan dibiarkan alami tanpa dicat. Nampak tangga-tangga yang jenjang akan mengantar langkah pengunjung ke pintu masuk istana ini.  Istana berbentuk rumah panggung yang dibangun seluruhnya dari kayu ini pernah terbakar pada tahun 1986. 


Kebakaran tersebut kabarnya dilakukan oleh seorang wanita yang hilang akal bernama Draya. Peristiwa tersebut menghanguskan seluruh bangunan Istana Kuning berikut isinya. Meski begitu, upaya pemugaran dan pelestarian Istana Kuning tetap dilakukan. Pemugaran baru dilakukan pada 2000 namun tentu bangunannya sudah tidak sama seperti dulu. Istana tua ini mulai difungsikan untuk kegiatan pariwisata dan perkantoran dengan tujuan mengakrabkan istana dengan masyarakat setempat. Di dalam istana ini hampir tak ada isinya. Ukuran bangunan-bangunannya yang besar dan luas semakin menambah kesan kosong istana tersebut. Akan tetapi, Anda masih dapat dilihat sejumlah lukisan raja-raja terdahulu yang berderet rapi di salah satu pojok ruangan. Terdapat pula kereta kuda yang biasa digunakan keluarga kerajaan zaman dulu untuk berkeliling. Kereta kuda ini adalah kereta kuda yang baru yang khusus dipesan dari Jawa sebagai pengganti kereta yang sudah terbakar. Meski bangunan yang sekarang adalah hasil pemugaran namun mengingat muatan sejarah dan budaya yang dimilikinya maka Istana Kuning masih banyak dikunjungi murid sekolah dalam rangkaian acara studi tour mereka.



KEGIATAN
Sebagai warisan budaya kerajaan Islam di Kalimantan Tengah, Istana Kuning menjadi salah satu ikon penting bagi Pangkalan Bun. Berjalan-jalan di kompleks istana kayu ini akan menghadirkan suasana dan suguhan keindahan istana peninggalan sejarah. Saat mengunjungi Istana Kuning, Anda dapat meminta izin dan bantuan kerabat kerajaan yang tinggal di belakang wilayah kerajaan. Mereka dapat membantu menjelaskan tentang sejarah Kerajaan Kutaringin dan istana ini. Masuklah ke beberapa bangunan kayu di kompleks Istana Kuning dan telusuri keindahan istana ini meskipun sudah mengalami pemugaran total. Di bagian belakang istana terdapat Taman Keraton Indah Sari yang dulunya adalah alun-alun istana namun kini terbuka untuk umum. Taman tersebut ditata apik dan terdapat sebuah tugu di tengah-tengahnya. Terdapat sejumlah lukisan raja-raja terdahulu yang diletakkan di salah satu pojok ruangan. Di istana ini juga dapat dilihat kereta dari kayu yang biasa digunakan para anggota kerajaan sebagai kendaraan masa lalu. Kereta ini adalah kereta baru yang dipesan khusus sebagai penghias istana yang sekarang nyaris kosong akibat insiden kebakaran. Di sini terdapat pula sepasang patung pengantin, payung, dan kain batik berwarna kuning.  


TRANSPORTASI
Kabupaten Kotawaringin Barat adalah pintu gerbang Provinsi Kalimantan Tengah di bagian Barat. Karenanya, Kotawaringin Barat termasuk salah satu daerah yang memang disiapkan untuk menerima wisatawan baik domestik maupuan mancanegara. Kabupaten yang beribukota di Pangkalan Bun ini memiliki jaringan transportasi baik udara, laut, sungai, maupun darat yang cukup baik. Terdapat Bandar Udara Iskandar diPangkalan Bun yang melayani penerbangan di antaranya dariSemarangJakarta, Ketapang, danPontianak. Jarak bandar udara ini dengan Kota Pangkalan Bun hanyalah sekira 10 km saja. Bagi Anda yang berasal dariSurabaya dan Semarang, terdapat jalur transportasi laut di Kumai. Transportasi laut dari Tanjung Mas Semarang dan Tanjung Perak Surabaya dilayani oleh PELNI dan Perusahan Pelayaran Swasta, seperti PT. Dharma Lautan Utama dan PT. Prima Vista.


BERKELILING
Istana Kuning terletak di jantung Pangkalan Bun, sebuah kota kecamatan sekaligus ibu kota kabupaten yang ramai dikunjungi pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri. Pangkalan Bun menjadi semacam salah satu pintu masuk atau tempat singgah untuk memasuki kawasan Kalimantan Tengah yang populer hingga mancanegara. Salah satu primadona destinasi wisatanya adalah tentu saja Taman Nasional Tanjung Puting yang memiliki kekayaan hutan tropis dan berfungsi sekaligus sebagai hutan paru-paru dunia. Terdapat sejumlah flora dan fauna yang dilindungi di kawasan ini. Taman nasional ini juga menjadi tempat pelepasan orangutan yang nyaris punah setelah mengalami masa karantina di pusat rehabilitasi.Camp Leakey adalah salah satu pusat rehabilitasi orangutan yang ada di kawasan sekitar taman nasional. Selain TN Tanjung Puting, bagi Anda penggemar ekowisata atau trekking di hutan atau bahkan melakukan penelitian, ada pula kawasan lindung Suaka Margasatwa Sungai Lamandau. SMS Lamandau dinobatkan sebagai suaka margasatwa karena kawasan ini merupakan tipe hutan dataran rendah berawa yang tentunya memiliki banyak sekali manfaat bagi lingkungan sekitar bahkan dunia. 


SMS Lamandau berjasa dalam menjaga keseimbangan iklim dan mereduksi efek pemanasan global, berfungsi sebagai kawasan penyuplai atau penjaga stok air bersih, proteksi tanah, sumber bahan obat-obatan herbal, mengurangi polusi, penghasil produk hutan non kayu, pendidikan, kegiatan penelitian ilmiah, dan pemanfaatan wisata alam (ekowisata) secara terbatas. Selain potensi hutan tropis yang kaya, terdapat sejumlah tujuan wisata bahari yang dapat menjadi agenda berkeliling selama berada di kawasan ini. Sebut saja wisata Pantai Bugam Raya, yang secara geografis letaknya berhadapan dengan Taman Nasional Tanjung Puting. Bugam Raya meliputi destinasi wisata Pantai Kubu, Tanjung Penghujan, Tanjung Keluang, Keraya, dan Gosong Senggoro. Masing-masing pantai memiliki keistimewaan sendiri sebagai destinasi penunjang destinasi utama Taman Nasional Tanjung Puting. Untuk wisata sejarah dan religi, Anda dapat menyempatkan mengunjungi salah satu masjid tertua di Kalimantan Tengah, yaitu Masjid Kiai Gede. Keluarga dan kerabat keturunan kerajaan yang tinggal di wilayah bagian belakang istana akan menjadi tuan rumah sekaligus pemandu bagi wisatawan. Keturunan kerajaan tidak akan segan-segan membagi informasi mengenai sejarah Istana Kuning atau bercerita tentang kisah masa lalu Kerajaan Kutaringin. Anda patut bersikap sopan dalam sikap dan cara berpakaian selama mengunjungi istana ini. Selain itu, jangan merokok karena bangunan istana ini terbuat dari kayu dan pernah mengalami kebakaran.


Keluarga dan kerabat keturunan kerajaan yang tinggal di wilayah bagian belakang istana akan menjadi tuan rumah sekaligus pemandu bagi wisatawan. Keturunan kerajaan tidak akan segan-segan membagi informasi mengenai sejarah Istana Kuning atau bercerita tentang kisah masa lalu Kerajaan Kutaringin. Anda patut bersikap sopan dalam sikap dan cara berpakaian selama mengunjungi istana ini. Selain itu, jangan merokok karena bangunan istana ini terbuat dari kayu dan pernah mengalami kebakaran.


Minggu, 05 April 2015

Monumen Khatulistiwa, Kalimantan Barat


Diantara semua negara di dunia, hanya 12 negara yang berdiri diatas garis Khatulistiwa. Dua kota yang berada di 12 negara tersebut, hanya satu yang bediri tepat di garis katulistiwa tepat memisahkan belahan bumi selatan dan utara. Pontianak, ibu kota provinsi Kalimantan Barat yang sebelumnya dikenal sebagai Borneo Barat, menjadi satu-satunya kota di dunia yang duduk tepat di garis Khatulistiwa, sebuah fakta yang tidak memerlukan persetujuan atau perjanjian internasional. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa monumen katulistiwa dibangun di kota ini. 


Dengan menggunakan alat-alat dan metode sederhana, seorang ahli geografi dan penjelajah asal Belanda memimpin sebuah misi untuk menemukan sebuah kota di garis Khatulistiwa. Akhirnya, tahun 1928, ia menemukan kota dengan sungai terpanjang di kepulauan Indonesia berdiri tepat di garis Khatulistiwa. Dia segera menandai tempat di tepi Sungai Kapuas Kecil ini dengan tiang sederhana dan panah. 70 tahun kemudian, melalui renovasi dan rekonstruksi yang dilakukan Badan Teknologi Terapan Indonesia mengadakan studi untuk mengetahui posisi tepat garis katulistiwa dengan menggunakan sistem posisi geografis. Meskipun terdapat perbedaan jarak yang cukup besar namun tim penemu pertama tetap dikagumi, dihormati, dan tidak akan pernah terlupakan. Monumen Khatulistiwa awalnya dibangun dari empat pilar kayu ulin. Kayu ulin itu didapat secara lokal dan dibangun untuk menjaga posisi panah tetap stabil karena merupakan simbol orientasi dan rujukan. Kata yang berasal dari bahasa Belanda: 'EVENAAR' tertulis jelas di panah yang berarti  'Khatulistiwa' dalam Bahasa Indonesia. 


Titik penanda ini kemudian dicatat dalam bola dunia tahun 1930, dimana seorang perwira Belanda bernama Herman Neijenhuis ditugaskan untuk menjaga monumen tersebut dari tahun 1936-1940. Dua kali setahun, titik kulminasi sinar Matahari terjadi di sini, yaitu pada Vernal Equinox (21-23 Maret), dan Equinox (September 21-23). Peristiwa ini terjadi setahun dua kali, banyak pengunjung begitu juga masyarakat setempat menanti waktu untuk bisa merasakan keajaiban alam ini selama lima menit. Kata Borneo diyakini berasal dari Pigafetta dan sahabat penjelajah Magellan pada tahun 1521, mereka memberikan nama 'Burne' untuk mengambarkan sebuah pulau yang sangat besar, karena pelaut membutuhkan waktu selama tiga bulan untuk mengelilingi pulau tersebut. Kalimantan adalah tanah yang kaya batubara, minyak, dan gas, dan tetap menjadi salah satu dari sisa cadangan hutan hujan tropis terbesar di Indonesia.


TRANSPORTA
Anda bisa menuju monumen ini dengan menggunakan taksi, angkutan umum, mobil pribadi, atau kendaraan sewaan ke arah barat Pontianak menuju kabupaten Siantan. Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah sebuah jembatan yang melintasi Sungai Landak yang berarti bahwa Anda telah menyeberangi sungai Kapuas dan berada di sisi lain kota. Monumen hanya berjarak 5 kilometer, berada di ujung utara kota. Karena lalu lintas yang sibuk di sepanjang jalan, perjalanan menuju monumen ini akan memakan waktu sekitar 30 hingga 40 menit.


TIPS
Cari tahu tentang sejarah perkembangan monumen dan renovasi di dalam kubah. Di dalam kubah ini Anda akan menemukan fakta-fakta tentang situs dan data astronomi. Berfoto tepat di bawah monumen dan perhatikan apakah Anda sedang berada di belahan bumi selatan atau belahan bumi barat. Sempatkan untuk membeli sovenir di museum. Sebuah sertifikat akan diberikan saat Anda memasuki museum. Pastikan lokasi titik nol yang tepat dan buat ekperimen ilmiah untuk memastikan penomena alami ketika Anda berdiri di ‘Zone Netral’ dimana Anda tidak bisa melihat bayangan Anda sendiri karena berada di titik nol derajat. Anda bisa berperahu di sungai untuk melihat monumen. Ini memberikan perspektif yang lebih spektakuler saat Anda melihat budaya dan cara hidup masyarakat yang tinggal di tepi sungai.

Jumat, 03 April 2015

Cagar Alam Bukit Kelam Sintang, Kalimantan Barat

Hutan-hutan tropis yang lebat di Kalimantan tidak pernah lelah untuk menawarkan keindahan alaminya. Terletak di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, cagar alam Bukit Sintang Kelam seluas 520 hektar. Inilah harta bumi berupa eksotis dengan segala keragaman ekosistem yang unik. Pemandangan yang memukau mata dan udara segar membuat hutan ini sanggup menawan rasa kekaguman. Keajaibannya tersembunyi menunggu Anda yang berani masuk ke dalam keheningan cagar alam ini. Keberadaan Bukit Kelam tidak bisa dipisahkan dari legenda Bujang Beji dan Tumenggung Marubai. Bujang Beji dan Tumenggung Marubai adalah nelayan di tanah Sintang (Sekarang ibukota kabupaten Sintang). Bujang Beji dan kelompok-nya menguasai Sungai Kapuas, sedangkan Tumenggung Marubai dan kelompoknya menguasai Sungai Melawi. 


Ketika Bujang Beji mengetahui bahwa Tumenggung Marubai mendapat ikan lebih banyak daripada dirinya, ia menjadi iri, sehingga ia berniat untuk menghalangi aliran Sungai Melawi dengan batu. Lalu ia berenang ke hulu Sungai Kapuas untuk mendapatkan sebuah batu besar dari puncak bukit Nanga Silat. Di persimpangan aliran Sungai Melawi dan Sungai Kapuas, tiba-tiba muncul Dewi Surgawi dan menertawakannya. Ketika ia mengangkat kepalanya mencoba untuk menemukan sumber suara tersebut, dia tidak sengaja menginjak duri beracun. Seketika, batu itu lepas dari genggaman tangannya dan jatuh ke tanah. Legenda mengatakan bahwa batu yang tenggelam tersebut perlahan-lahan tumbuh menjadi bukit dengan banyak batu gelap di atasnya, dari situlah nama bukit Kelam Sintang berasal. Ada berbagai jenis flora langka yang dapat Anda temukan di sini, seperti meranti (Shorea sp), bangeris (Koompassia sp), tengkawang (Dipterocarpus sp), kebas-kebas (Prodocarpus ceae) dan berbagai jenis anggrek. flora dataran tinggi ini adalah pitcher merah (Nephentes alata) yang merupakan endemi daerah tersebut. Cagar alam ini juga adalah rumah bagi hewan langka dan berbagai keunikan lainya seperti beruang madu (Mayalanus heralctus), Armadillo (Manis javanica), kelelawar (Hiropteraphilie) dan berbagai jenis burung. 


Mendaki ke puncak bukit Sintang adalah petualangan mendebarkan di mana Anda harus melalui tangga batu setinggi 90 meter dan tebing curam. Di puncak bukit ada gua-gua alam yang eksotik dan magis siap menanti Anda. Gua-gua ini juga merupakan rumah dan sarang burung walet. Dari puncak bukit, Anda dapat memandangi keindahan hutan hujan yang membentang luas, lihatlah bagaimana indahnya Sungai Kapuas dan Sungai Melawi dari kejauhan. Cagar alam kubit Kelam Sintang ini mencapai ketinggian hingga 900 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan antara 15-40 derajat, menjadikannya tempat yang sempurna untuk paragliding dan panjat tebing. Cagar alam ini juga menyediakan tantangan bagi mereka yang menyukai hiking dan trekking. Anda pun yang ingin lebih dekat dengan alam juga dapat mendirikan tenda di lokasi perkemahan yang aman dan luas.


KEGIATAN
Cagar Alam Bukit Kelam Sintang menawarkan kegiatan lengkap untuk menikmati kemegahannya yang menawan. Hiking melalui jalur menantang dan menemukan yang bersembunyi di balik semak-semak dan Anda juga bisa berkenalan dengan beberapa penduduk setempat. Untuk petualangan lebih berani, saat sampai ke sisi bukit maka mulailah mendaki. Di atas bukit, Anda juga dapat merasakan paralayang yang mendebarkan jantung sambil bermain angin di ketinggian.


KULINER
Ada banyak restoran dan warung makan yang dapat Anda temukan di Cagar Alam Bukit Kelam Sintang. Umumnya menyajikan makanan khas Indonesia, di antaranya masakan Padang dan Sintang juga Kalimantan mudah ditemukan di seluruh wilayah Sintang. Salah satu makanan khusus yang merupakan hidangan Sintang yang Anda harus coba adalah "Ikan Bakar Jelawang". Ikan bakar ini disajikan dengan saus pedas dan irisan tomat dan sayuran segar, akan membuat rasa lapar Anda hilang digantikan dengan kenikmatan yang memuaskan selera setelah sepanjang hari mendaki bukit. Anda dapat menemukan restoran yang menyajikan makanan ini di sepanjang tepi Sungai Kapuas


TRANSPORTASI
Kabupaten Sintang berjarak sekitar 395 km sebelah timur Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat. Dari Pontianak Anda dapat menggunakan pesawat lokal, taksi, bus travel, bus umum atau mobil sewaan. Dari pusat kota Sintang, Cagar Alam Bukit Kelam  sekitar 19 km ke arah timur. Jalan-jalan beraspal relatif aman sehingga bisa dijangkau dengan bis atau mobil dengan mudah selama sekitar 30-35 menit.


AKOMODASI
Cara terbaik untuk tinggal di Cagar Alma Bukit Kelam Sintang adalah dengan mendirikan tenda di lokasi kemping yang tersedia. Di sana Anda dapat merasakan pengalaman bagaimana rasanya menyatu dengan alam, meninggalkan semua kehidupan kota di belakang damainya sasana hutan.

Kamis, 02 April 2015

Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat

    
Taman Nasional Gunung Palung yang memiliki Luas 90.000 hektar merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang memiliki keanekaragaman hayati bernilai tinggi, dan berbagai tipe ekosistem antara lain hutan mangrove, hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan pamah tropika, dan hutan pegunungan yang selalu ditutupi kabut. Taman nasional ini terletak di kabupaten Ketapang, provinsi Kalimantan Barat yang merupakan satu-satunya kawasan hutan tropika Dipterocarpus yang terbaik dan terluas di Kalimantan. Sekitar 65 persen kawasan, masih berupa hutan primer yang tidak terganggu aktivitas manusia dan memiliki banyak komunitas tumbuhan dan satwa liar. 


Seperti di daerah Kalimantan Barat lainnya, umumnya kawasan ini ditumbuhi oleh jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), damar (Agathis borneensis), pulai (Alstonia scholaris), rengas (Gluta renghas), kayu ulin(Eusideroxylon zwageri)Bruguiera sp., Lumnitzera sp., Rhizophora sp., Sonneratia sp., ara si pencekik dan tumbuhan obat. Mempunyai iklim tropis dengan rata-rata curah hujan 3.000 mm per tahun dan suhu udara berkisar antara 25,5° - 35° C. Tumbuhan yang tergolong unik di taman nasional ini adalah anggrek hitam(Coelogyne pandurata), yang bisa Anda temukan di Sungai Matan terutama pada bulan Februari-April. Daya tarik anggrek hitam terlihat pada bentuk bunganya yang bercorak hijau dengan kombinasi bercak hitam pada bagian tengah bunga, dan lama mekarnya antara 5-6 hari. 


Tercatat ada 190 jenis burung dan 35 jenis mamalia yang berperan sebagai penabur biji tumbuhan di hutan. Semua keluarga burung dan kemungkinan besar dari seluruh jenis burung yang ada di Kalimantan, terdapat di dalam hutan taman nasional ini. Satwa yang sering terlihat di Taman Nasional Gunung Palung yaitu bekantan (Nasalis larvatus), orangutan (Pongo satyrus), bajing tanah bergaris empat (Lariscus hosei), kijang (Muntiacus muntjak pleiharicus), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), beruk (Macaca nemestrina nemestrina), klampiau (Hylobates muelleri), kukang (Nyticebus coucang borneanus), rangkong badak (Buceros rhinoceros borneoensis), kancil (Tragulus napu borneanus), ayam hutan (Gallus gallus), enggang gading (Rhinoplax vigil), buaya siam (Crocodylus siamensis), kura-kura gading (Orlitia borneensis), dan penyu tempayan (Caretta caretta). Tidak kalah menariknya keberadaan tupai kenari (Rheithrosciurus macrotis) yang sangat langka, dan sulit untuk dilihat.


TRANSPORTASI
Pontianak - Ketapang (pesawat terbang) memakan waktu sekitar 1 1/2 jam,dilanjutkan ke Sukadana/Teluk Melano (kendaraan roda 4) sekitar 5 jam. Pontianak - Teluk Batang (speed boat) selama sekitar 4 jam dan dilanjutkan ke Teluk Melano (kendaraan roda 2) sekitar 1 jam. Pontianak - Teluk Melano (speed boat) sekitar 9 - 10 jam.


AKOMODASI
Fasilitas yang tersedia : Pondok jaga, stasiun penelitian, pos jaga, menara pandang/pengamat, jalan setapak dan lain-lain.


TIPS
Taman Nasional Gunung Palung merupakan tantangan para peneliti, mengingat berbagai gatra keanekaragaman hayati yang tinggi dan masih alami.
Belum ada pengusahaan pariwisata alam.
Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d September setiap tahunnya.
Kantor: Jl. KH Wahid Hasyim 41-A
Ketapang, Kalimantan Barat
Telp. / Fax. : (0534) 33539


KEGIATAN
Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi: Pantai Pulau Datok dan Bukit Lubang Tedong. Wisata bahari dan berenang Gunung Palung (1.116 m. dpl) dan Gunung Panti (1.050 m. dpl). Pendakian, air terjun, pengamatan tumbuhan/satwa dan berkemah. Cabang Panti. Pusat penelitian dengan fasilitas stasiun penelitian, wisma peneliti dan perpustakaan. Kampung Baru. Pengamatan satwa bekantan. Sungai Matan dan Sungai Simpang. Menyelusuri sungai, pengamatan satwa dan wisata budaya (situs purbakala). Rekreasi dan pariwisata alam antara lain hiking, panorama alam, jungle tracking, wisata bahari di Pantai Pagar Mentimun dan Penelitian.