Senin, 09 Maret 2015

Desa Kedisan, Bangli Bali



Inilah desa wisata yang disebut-sebut sebagai tempat ideal untuk menikmati panorama sekitar Danau Batur dengan latar Gunung Batur yang megah dari dekat. Apabila Penelokan menawarkan pesona alam Batur dari tempat yang lebih tinggi maka Desa Kedisan menyuguhkan keindahan alam Batur dari sudut yang berbeda yang tentunya tak kalah indah. Kedisan tepatnya terletak di kawasan wisata Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Desa Kedisan adalah salah satu dari 15 desa di Kecamatan Kintamani yang disebut sebagai Wingkang Ranu. Kedisan berada di tepi Danau Batur  dan merupakan daerah pegunungan berelief kasar dengan kemiringan lereng antara 30 – 70%. Kedisan juga dikenal sebagai daerah yang subur karena lahannya bercampur abu vulkanik Gunung Batur. Karenanya tak heran apabila kawasan yang memiliki banyak lahan pertanian ini dihuni oleh penduduk yang profesinya adalah petani. Beberapa komoditi khas kawasan ini meliputi bawang merah, kubis, cabe, tomat, dan lainnya. 


Potensi kekayaan Danau Batur juga mengundang sejumlah penduduk berprofesi sebagai nelayan. Ikan air tawar yang banyak terdapat di Danau Batur diantaranya adalah mujair dan nila. Ciri khas lain dari desa yang namanya tersebut di plat tembaga berangka abad ke-11 yang di temukan di Desa Trunyan ini adalah terdapatnya dermaga yang menjadi titik tolak untuk berpesiar dengan perahu di Danau Batur atau untuk menyeberang ke Desa Trunyan yang dikenal karena makam tradisionalnya. Di tepian dermaga, nampak perahu-perahu kecil tertambat dan berbaris rapi. Pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur yang bentuknya serupa bulan sabit dipadu dengan alam pegunungan tropis yang hijau serta udara yang sejuk menjadikan Desa Kedisan sebagai tempat yang layak dikunjungi selama berada di Kintamani atau Bali. Selain itu, terdapat sebuah restoran apung di desa ini yang langsung terentang ke Danau Batur. Saat berada di restoran ini, bersiaplah menikmati pemandangan alam Batur yang megah, udara pegunungan yang sejuk, ayunan arus danau, serta makanan lezat yang berkolaborasi menciptakan suasana romantis dan eksotis yang mengesankan.

AKOMODASI
Terdapat sejumlah akomodasi di Desa Kedisan, seperti hotel dan vila, kios makanan, toko suvenir, pasar, terminal bemo, pelabuhan kapal, dan lain sebagainya.


TIPS
Desa Kedisan adalah kawasan pegunungan relief kasar; pilihlah pakaian dan sepatu nyaman dan sesuai untuk mengunjungi kawasan pegunungan. Saat terbaik mengunjungi kawasan ini adalah saat musim panas, mengingat jalur yang Anda lalui dan jalur pendakian ke Gunung Batur cenderung lebih licin saat musim penghujan. Apabila Anda menyambangi Desa Trunyan untuk melihat tradisi penguburannya yang unik maka Anda perlu memerhatikan calo atau pihak-pihak yang menawarkan tur ke Desa Trunyan. Beberapa diantara mereka akan menawarkan jasa dengan cara memaksa dan menagih sejumlah bayaran ekstra atas jasa yang mereka berikan.  Anda cukup menolaknya dengan tegas namun sopan.


KEGIATAN
Sebagai desa wisata, Kedisan mengandalkan potensi kekayaan dan keindahan alam dan udara pegunungannya yang  hijau dan sejuk.  Danau Batur sendiri merupakan danau terbesar di Bali dan berada di kawah Gunung Batur. Tempat ini dapat dicapai melalui Desa Kedisan. Ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan selama berada di kawasan Kedisan, diantaranya adalah trekking, mengarungi Danau Batur, bersepeda mengelilingi danau yang berpanorama indah, dan lain sebagainya. Restoran apung yang merupakan bagian dari sebuah resor dapat dikatakan sebagai ikon Desa Kedisan dan tak boleh dilewatkan. Restoran apung yang sebagian wilayahnya memang terapung di Danau Batur ini menawarkan sensasi makan di tengan danau dengan pemandangan alam memukau. Kesan romantis dan manis mungkin akan langsung Anda rasakan saat berada di restoran apung berlatar Gunung Batur dan keelokan alam tropis pegunungan. Alunan arus danau mungkin sesekali akan terasa saat Anda menyantap sajian makanan yang sebagian besar menunya adalah ikan air tawar. 


Ikan air tawar yang dimasak dan disuguhkan dengan berbagai cara (dibakar atau digoreng) tersebut merupakan hasil kekayaan dari Danau Batur. Biasanya ikan yang paling banyak terdapat di danau dan yang dijadikan menu pilihan adalah ikan nila dan mujair. Mengingat letaknya yang berada di kaki Gunung Batur, desa ini dapat dijadikan tempat singgah sebelum mendaki puncak Batur. Desa ini juga hanya berjarak sekira 6 kilometer dengan Toya Bungkah yang juga biasa dijadikan sebagai titik pendakian Gunung Batur. Toya Bungkah juga terkenal karena  memiliki pemandian sumber mata air panas yang dapat merelaksasi otot dan dipercaya berkhasiat untuk kesehatan kulit. Desa Kedisan terletak tak jauh dari (di bawah) Penelokan yang disebut-sebut sebagai tempat melihat keindahan Batur dari tempat yang lebih tinggi. Dermaga kecil dibangun di Desa Kedisan, tepat di tepian Danau Batur. Dermaga ini adalah titik untuk memulai penyeberangan atau tur berkeliling danau. Terdapat banyak perahu kecil yang siap mengantar Anda selama kurang lebih 2 jam perjalanan berkeliling dan kembali lagi ke Desa Kedisan. Dari dermaga ini pulalah, Anda dapat menyeberang menuju Desa Trunyan yang terkenal dengan tradisi penguburannya yang unik. Mayat di desa ini tidak dikremasi seperti yang dilakukan oleh orang Bali kebanyakan, melainkan disimpan di sebuah batu besar yang memiliki cekungan 7 buah. Uniknya mayat tidak akan berbau busuk sebab konon pohon Taru Menyan yang ada di kawasan tersebut menetralisir baunya. Untuk menikmati wisata budaya di Desa Kedisan, jadwalkan liburan Anda ke desa cantik ini di bulan Agustus atau September. 


Pada bulan tersebut, diadakan prosesingusabha tegen yang dilaksanakan setahun sekali. Upacara tersebut adalah bentuk syukur penduduk desa kepada dewi kesuburan yang ber-istana di Pura Dalem Prajapati. Ribuan warga desa akan memikul banten teganan (sesaji) ke lokasi upacara sebagai persembahan. Sesajen tersebut biasanya berupa sayur-sayuran, buah-buahan, ikan dan lain sebagainya. Khusus untuk upacara ini, ikan dan makanan lain yang dipersembahkan tidak boleh dimasak dengan cara digoreng, melainkan harus dikukus atau dibakar. Dikatakan juga sesajen wajib dipersembahkan seluruh kaum laki-laki yang ada di Desa Kedisan dengan isi sesaji dari banten tegenan serba dua puluh. Harapannya, selain sebagai bentuk pemujaan, penduduk juga memohonkan diberikan keselamatan dan kemakmuran. Upacara ini telah dilangsungkan secara turun-temurun selama bertahun-tahun dan tradisi ini tersurat pada lontar siwa purana. Uniknya, saat prosesi upacara ini berlangsung maka akan dilaksanakan pula tradisi cacah jiwa oleh seluruh masyarakat dengan cara membayarkan uang kepeng. Dari uang kepeng yang terkumpul, jumlah masyarakat Desa Kedisan dapat diketahui. Uang kepeng hasil cacah jiwa yang terkumpul kemudian akan ditanam dihalaman pura dengan maksud agar jumlah masyarakat tersebut tersampaikan kepada Ida Bhatara yang bersemayam di Pura Dalem. Desa Kedisan juga merupakan salah satu desa penghasil kerajinan patung dari kayu. Anda dapat menemukannya di Banjar Bayad, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. 


Berbagai jenis patung seperti  patung Buddha, patung binatang seperti kucing, gajah dan lainnya dipahat para pengrajin dari Belalu Bali (albesia). Saat mengunjungi kawasan pengrajin kayu ini, Anda dapat langsung menyaksikan proses pembuatannya, mulai dari pemilihan kayu, proses mengukir, pengecatan, hingga tahap penyelesaian akhir pembuatan patung. Selain patung, para pengrajin juga membuat kerajinan mozaik yang berbahan dasar kaca. Kerajinan patung di Desa Kedisan sudah ada sejak 1970-an. Masyarakat pelestari Kesenian Gambuh juga berada dan bernaung di bawah naungan Desa Adat Kedisan. Kesenian Gambuh adalah sejenis kesenian tari yang melibatkan sejumlah penari dan pemain gamelan yang perlu dilestarikan. Masyarakat pelestari kesenian ini terkumpul dalam sebuah organisasi (sekaa) yang bernama Sekaa Gambuh Kaga Wana Giri. Kaga Wana Giri memiliki arti burung yang terdapat di sebuah gunung yang berhutan. Nama kaga adalah sama artinya dengankedis, yaitu nama burung yang  merupakan nama dari Desa Kedisan. Wana adalah alas (hutan), semetaran giri adalah gunung.


TRANSPORTASI
Berjarak sekira 60 kilometer dari Denpasar, Desa Kedisan dapat dicapai dengan berkendara sekira 1 jam perjalanan. Anda dapat menyewa mobil dari Bandara Ngurah Rai untuk sampai ke kawasan pegunungan yang sejuk ini. Berbeda dengan kawasan lain di Bali yang menawarkan wisata pantai, Desa Kedisan dan desa lain di kawasan sekitar Batur menawarkan pesona alam pegunungan yang megah dan hijau berikut keindahan danau yang berbentuk bulan sabit, Danau Batur. Setibanya di Desa Kedisan, Anda dapat bersepeda mengelilingi danau atau bahkan trekking. Untuk menjelajahi danau yang terbesar di Bali ini, terdapat perahu-perahu kecil di demaga Kedisan yang siap mengantar Anda.

Minggu, 08 Maret 2015

Desa Pemuteran, Buleleng Bali

Sebuah desa dengan potensi wisata yang menarik dan menyenangkan dalam balutan keindahan alam yang tenang dan alami. Desa Pemuteran terletak di pesisir barat Pulau Bali atau sekira 55 km arah barat kota Singaraja dan 30 km dari Gilimanuk. Letaknya berada di antara gugusan perbukitan dan hamparan laut sehingga membuat tempat ini begitu indah dan tenang, jauh dari keramaian. Pantai di Pemuteran adalah salah satu pantai yang banyak dikunjungi wisatawan di kawasan Bali Utara.


Pasir berwarna hitam membentang sekira 6 kilometer dibingkai langit biru dan laut yang jernih dengan kekayaan terumbu karang terjaga dengan baik. Terumbu karang di kawasan Pantai Pemuteran dapat dinikmati dengansnorkeling tak jauh dari bibir pantai. Pemuteran memiliki area terumbu karang dangkal terluas di Bali yang mudah dinikmati keindahannya mengingat arus lautnya terbilang aman dan tenang. Hal menarik dari Pemuteran adalah terumbu karang di kawasan ini dipelihara dan dikonservasi secara profesional. Masyarakat lokal di kawasan ini sudah memiliki kesadaran tinggi tentang pentingnya menjaga kekayaan alam di desa mereka. Terumbu karang yang berada di garis pantai dimana banyak terdapat hotel ditetapkan sebagai kawasan bebas pemancingan dan hanya diperuntukkan bagi kepentingan ekowisata. Pemuteran juga terkenal sebagai kawasan dengan semangat konservasi laut yang tinggi untuk projek terumbu karang artifisal Biorock terbesar di dunia. 


Terdapat beberapa yayasan yang bergerak secara aktif dalam usaha pelestarian terumbu karang di kawasan ini termasuk beberapa hotel, dive shops, dan juga masyarakat lokal. Tertanam di bawah laut Pemuteran alat yang dapat merangsang percepatan pertumbuhan terumbu. Ada juga pusat penangkaran penyu di Desa Pemuteran yang cantik dan tenang ini. Meskipun telah dikembangkan sebagai kawasan wisata, Desa Pemuteran masih terjaga kealamian alam dan masyarakatnya yang hidup dengan cara tradisional. Hal ini dapat dilihat dari peralatan tradisional yang mereka gunakan, seperti perahu dan jaring untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan. Desa Pemuteran terbilang daerah yang rendah curah hujannya sehingga kurang cocok sebagai lahan pertanian. Oleh karenanya, sebagian besar penduduk memang menggantungkan hidupnya sebagai nelayan tradisional. Penggunaan bom dan alat lain yang bersifat merusak saat menangkap ikan sangat dilarang terutama di kawasan Pantai Pemuteran yang berada di depan hotel-hotel. Pihak pengelola hotel, yayasan, dan masyarakat lokal turut aktif dalam usaha pelestarian alam karena menyadari pentingnya menjaga potensi alam bawah laut Pemuteran demi keberlangsungan usaha wisata mereka.


KEGIATAN
Salah satu alasan utama wisatawan datang ke Desa Pemuteran adalah mereka ingin mengunjungi kawasan diving dan snorkeling dengan suguhan taman bawah laut kelas dunia di Pulau Menjangan. Terdapat banyak gua besar dan kecil di kawasan itu yang menjadi rumah bagi beragam jenis dan warna terumbu karang serta biota laut lainnya. Pulau Menjangan berjarak sekira 2 kilometer dari Pemuteran dan dapat ditempuh menggunakan perahu sewaan selama kurang lebih 15 menit. Selain letaknya yang dekat dengan Pulau Menjangan yang disebut-sebut sebagai kawasan diving dan snorkeling terbaik di Bali Barat itu, area Pantai Pemuteran sendiri pun tak kalah indah dan kaya potensi terumbu karangnya. Apalagi, upaya-upaya pelestarian dan restorasi terumbu karang dilakukan secara profesional di kawasan ini. Keindahan bawah laut Pantai Pemuteran dapat dinikmati bahkan dengan snorkelingtak jauh dari bibir pantai. Pagi hari Anda dapat berkeliling dengan boat trip untuk menyaksikan Matahari terbit atau menyaksikan atraksi lumba-lumba di lepas pantai. Paket wisata ini biasanya dikelola pihak hotel sekitar pantai Pemuteran. 


Pemandangan alam yang indah dan mengesankan pada waktu terbit atau tenggelam Matahari memang selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu wisatawan. Apalagi, gunung di seberang pulau yang menjadi latarnya memperkuat pesona yang dimiliki Pemuteran. Anda dapat pula memancing sambil berlayar menggunakan perahu sewaan tersebut. Terdapat pula Pura Pemuteran yang terkenal dengan pemandian air panasnya. Terdapat dua kolam pemandian di Pura Pemuteran, yaitu kolam khusus untuk dewasa dan untuk anak-anak. Selain dapat menikmati keindahan arsitektur pura, berendam di air panas adalah kegiatan yang akan merelaksasi otot dan tubuh dari kelelahan. Taman Nasional Bali Barat (TNBB) adalah wisata alam yang menarik juga untuk dijelajahi. Trekking memasuki kawasan hutan yang dilindungi tentu juga menarik untuk dilakukan. Apalagi kawasan hutan TNBB adalah habitat asli bagi burung endemik khas Bali—jalak bali—yang statusnya dilindungi sebab nyaris punah. Hal yang menarik dari kawasan ini adalah lingkup kawasannya yang meliputi wilayah daratan dan perairan (laut). 


Wilayah daratan mencakup hutan dengan beragam jenis seperti hutan pantai, hutan hujan, sabana, dan lain sebagainya. Sementara kawasan perairannya mencakup pulau-pulau kecil, termasuk pulau tak berpenghuni namun banyak dikunjungi wisatawan, Pulau Menjangan. Sebagian besar hotel di kawasan Pemuteran memfasilitasi atau menyediakan paket wisata ke TNBB. Mengunjungi proyek penangkaran penyu perlu menjadi salah satu agenda Anda saat berada di Pemuteran. Penangkaran penyu ini dijalankan oleh dive operator yang berkerja sama dengan masyarakat lokal. Pemandangan menyaksikan tukik-tukik penyu yang berjuang mencapai air laut adalah kegiatan yang menyenangkan lainnya dapat dilakukan di kawasan ini. Di sebuah daerah bernama Desa Pulaki, terdapat perkebunan anggur yang merupakan pusat industri budidaya anggur di Bali yang dapat Anda kunjungi untuk menambah daftar kegiatan menarik saat berada di Pemuteran. Pemuteran juga tak jauh dari Pantai Lovina yang terkenal memiliki keindahan pantainya. Pantai ini juga terbilang masih masih alami dan merupakan jalur lintas lumba-lumba. Untuk mencapai tempat ini Anda perlu berkendara sekira 1 jam.


TIPS
Hamparan pasir berwarna hitam dengan pemandangan laut lepas yang biru dan indah adalah tempat yang asyik untuk bersantai. Jangan lupa membawa topi, sunglasses, dansunblock untuk melindungi kulit Anda dari sengatan Matahari. Desa Pemuteran adalah desa yang memiliki semangat konservasi terumbu karang yang tinggi. Oleh karenanya, berhati-hatilah dan hendaknya tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak terumbu karang saat Anda snorkeling atau diving di taman bawah lautnya. Mengingat lokasi Pemuteran terletak tak jauh dari kawasan wisata yang menarik lainnya maka sempatkan untuk mampir dan menikmati suguhan paket wisata di kawasan ini.

AKOMODASI
Sebagai kawasan wisata, terdapat banyak akomodasi di sepanjang 6 km garis pantai Desa Pemuteran. Hotel dan resor tepi pantai ini memang terbilang mahal menentukan tarif. Akan tetapi, apabila Anda mencari penginapan yang lebih murah maka terdapatguest house yang terletak agak jauh dari pantai (sekira 5 menit berjalan kaki) atau dekat jalan utama. Berbagai fasilitas wisata lain seperti restoran, dive center dan shop, tempat penyewaan alat diving dansnorkeling dapat dengan mudah ditemukan di sini. Perlu diingat bahwa belum terdapat mesin atm di Desa Pemuteran. Untuk kebutuhan pengambilan uang tunai maka Anda dapat pergi ke kawasan terdekat, yaitu Gilimanuk, Seririt, atau Lovina.


TRANSPORTASI
Apabila Anda datang dari Kuta,Sanur, atau Denpasar maka perjalanan berkendara menuju Pemuteran dapat ditempuh sekitar 3–4 jam. Dari Ubud, perjalanan berkendara hanya sekira 2-3 jam. Anda dapat menyewa mobil dari Denpasar atau Kuta untuk sampai ke Pemuteran. 

KULINER
Untuk menikmati makanan khas Bali sambil menikmati keindahan alam sekitar pantai maka Anda dapat membelinya di hotel dan restoran yang berada di dekat kawasan pantai. Hal ini dikarenakan di pesisir pantai tidak ditemui pedagang yang menjual makanan. Untuk makanan yang lebih murah terdapat banyak warung makan di dekat jalan utama. Warung Condon Bleu dapat Anda kunjungi untuk menikmati sajian ikan rica-rica yang disebut sebagai yang terbaik di Bali. Sebagai desa nelayan, tentu saja sajian menu khas laut adalah sajian kuliner utama yang dapat Anda cicipi selama di Pemuteran.

Jumat, 06 Maret 2015

Toya Bungkah, Kintamani Bali

Ingin menikmati sensasi mandi air panas dengan panorama pemandangan alam pegunungan sekitar yang memesona? Toya Bungkah adalah tempat yang tepat. Terletak di kaki Gunung Batur atau berada di sebelah Barat Danau Batur, Toya Bungkah memiliki pesona sendiri sebagai kawasan pemandian air panas sekaligus kawasan wisata alam di Bali. Secara administratif Toya Bungkah berada di Desa Pakraman Batur, Kintamani, Provinsi Bali.


Nama Toya Bungkah secara harfiah berasal dari kata toyo artinya air dan bungkahberarti batu-batuan. Jadi, Toya Bungkah bermakna air dari Gunung Batur yang mengalir dari celah-celah bebatuan. Wisata andalan di Toya Bungkah adalah memang keberadaan sumber air panas alami yang selain baik untuk relasasi otot, juga dipercaya memiliki kandungan sulfur yang berkhasiat menyembuhkan penyakit kulit. Kolam air panas di Toya Bungkah ada dua, yaitu yang pertama ditata sesuai keadaan alam sekitarnya dan menjadi semacam pemandian umum warga sekitar. Kedua, adalah kolam air panas alam yang ditata dengan dibangunnya tembok atau pembatas dan biasanya jadi tempat yang dipilih wisatawan. Berendam di kolam air panas sangat baik untuk merelaksasi otot dan tubuh.


Letak pemandian air panas yang berdekatan dengan Danau Batur ini memberikan bonus pemandangan yang memesona. Selain berendam air panas yang konon kandungan sulfurnya dapat berkhasiat menyembuhkan penyakit, ada banyak kegiatan menyenangkan lainnya yang dapat Anda temukan di sana. Kegiatan tersebut di antaranya adalah rekreasi menikmati keindahan alam sekitar, berkemah, dan mendaki Gunung Batur saat Matahari terbit di pagi hari. Dari tahun ke tahun, kunjungan wisatawan baik lokal atau pun mancanegara ke kawasan ini kian meningkat. Toya Bungkah memang sudah dikelola sebagai kawasan destinasi wisata di kawasan Gunung Batur dan sekitarnya. Potensi wisata di kawasan berudara sejuk ini juga semakin menggeliat dengan didukung berdirinya beberapa hotel dan akomodasi yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Sebuah hotel bahkan menyediakan kolam renang air panas khusus yang bersumber dari Toya Bungkah dan menyediakan kawasan kemping dengan berbagai fasilitas pendukung kemping, termasuk api unggun.


KULINER
Warung dan restoran dengan pemandangan Danau Batur dan hijaunya kawasan di kaki Gunung Batur banyak menyuguhkan kuliner yang dapat Anda pilih sesuai selera. Kebanyakan menu popular di kawasan ini adalah ikan bakar yang berasal dari Danau Batur selain tentunya ada beragam makanan lainnya.

TIPS
Bawalah pakaian ganti karena Anda tentu tak ingin melewatkan kegiatan berendam di pemandian air panas dengan latar pemandangan alam yang indah. Kenakanlah pakaian dan sepatutrekking yang nyaman, apabila Anda akan pula mendaki Gunung Batur. Kendaraan umum (bemo) menuju Toya Bungkah akan mulai sepi mulai pukul 13.00 siang. Jadi, perhatikan jadwalnya. Toya Bungkah terletak tak jauh dari beberapa kawasan wisata yang patut pula disambangi, seperti Desa Penelokan, Desa Kedisan, Desa Trunyan, Pura Ulundanu Batur, Pura Jati, Kintamani, Ubud, dan lain sebagainya.


AKOMODASI
Akomodasi di Toya Bungkah cukuplah memadai. Terdapat lahan parkir yang luas dan banyak restoran serta warung makan dengan pemandangan menghadap Danau Batur yang indah. Di kawasan sekitar pemandian, terdapat toilet umum serta tempat berganti pakaian. Hotel-hotel berbintang dan kawasan perkemahan juga tersedia di kawasan ini sesuai kebutuhan Anda.


TRANSPORTASI
Terletak sekira 78 kilometer dari Denpasar, Toya Bungkah dapat dicapai dengan berkendara menuju Kintamani sekira 2 jam. Anda dapat menyewa mobil atau memilih naik bemo untuk sampai di Toya Bungkah. Setelah sampai di Penelokan, ada jalan turun yang dapat dilalui untuk sampai keDanau Batur. Setibanya di pertigaan, ambillah jalan ke kiri melewati jalan yang dikelilingi batu lava letusan Gunung Batur yang mengeras hingga sampai di Toya Bungkah. Dari Kedisan, Toya Bungkah dapat ditempuh dengan naik perahu menyebrangi Danau Batur sekira 30 menit.


KEGIATAN
Toya Bungkah adalah salah satu tempat yang paling menarik untuk dikunjungi di kawasan Gunung Batur dan sekitarnya. Berjarak sekira 78 km dari Denpasar atau sekira 2 jam perjalanan berkendara, panorama menuju Toya Bungkah sudah akan memanjakan mata. Pemandangan Gunung Batur, Danau Batur, atau tumpukan lahar yang mengeras berikut pepohonan dan kebun-kebun sayur yang terhampar di sepanjang jalan menuju Toya Bungkah adalah suguhan alam yang permai. Setelah lelah menempuh perjalanan, sumber mata air panas alam akan menyambut dan memanjakan Anda. Kenyamanan berendam di kolam sumber panas saja sudah akan membuat Anda relaks dan betah di Toya Bungkah. Kenyamanan itu pun ditambah dengan pemandangan alam yang indah dan hawa pegunungan yang sejuk. Mengingat kawasan ini adalah juga kawasan singgah sebelum mendaki Gunung Batur dan sekaligus salah satu destinasi wisata andalan di Bali, terdapat banyak akomodasi untuk kepentingan wisatawan.


Resort dan spa, hotel, bumi perkemahan, restoran, warung-warung penjual makanan dan minuman, kolam renang, café, dan area parkir yang luas tersedia di sana. Keesokan paginya jangan lewatkan momen menyaksikan Matahari terbit dari puncak Gunung Batur. Pemandangan Danau Batur dan alam sekitar nampak atas dipadu  keindahan Matahari terbit dari balik Gunung Abang dan Gunung Rinjani di Lombok adalah pemandangan indah yang penuh kesan. Dibutuhkan waktu mendaki sekira 2 jam dari Toya Bungkah menuju puncak Gunung Batur, jadi perjalanan mendaki akan dimulai sekitar dini hari. Terdapat banyak pemandangan yang akan mengantarkan Anda ke puncak Gunung Batur. Sambil menyaksikan matahari terbit, Anda dapat menyiapkan dan menikmati sarapan berupa telur yang direbus di air panas. Setelahnya, dalam perjalanan kembali ke Toya Bungkah, Anda dapat pula singgah di sebuah gua dan sumber mata air panas yang letaknya dekat dengan kawah Gunung Batur. Di Toya Bungkah terdapat sebuah balai seni, yaitu Balai Seni Toya Bungkah yang didirikan oleh Sutan Takdir Alisjahbana sejak tahun 1971. 


Alisjahbana adalah seorang novelis, filsuf, dan pelukis yang juga dikenal sebagai Bapak Bahasa Indonesia mengingat jasanya ikut mengembangkan dan menentukan teknis ejaan baku Bahasa Indonesia. Balai seni ini memiliki sanggar tari, ruang atau galeri, bungalow, taman yang indah, dan amphitheater. Di balai seni ini, kadang-kadang diadakan pertunjukkan seni seperti pentas tari atau wayang kulit yang tentu saja dapat Anda saksikan. Toya Bungkah juga berdekatan dengan Desa Kedisan, yaitu sekira 6 kilometer. Dari Kedisan, Anda dapat menyeberangi Danau Batur menggunakan perahu yang disewakan ke sebuah desa Bali Aga tersohor, yaitu Desa Trunyan. Desa ini terkenal karena memiliki cara yang berbeda dalam mengubur mayat kerabat yang telah meninggal dunia. Berbeda dengan kebanyakan orang Bali yang melakukan kremasi atau ngaben, masyarakat Desa Trunyan menyimpan mayat di sebuah batu besar yang memiliki cekungan 7 buah. Kemudian, jenazah tersebut hanya dipagari anyaman bambu atau daun secukupnya. Meski tidak dikubur, mayat-mayat yang diletakkan begitu saja tersebut sama sekali tidak mengeluarkan bau. Konon ini dikarenakan terdapatnya sebuah pohon yang bernama Taru Menyan, sejenis pohon yang mengeluarkan wangi yang dapat menetralisir bau mayat yang membusuk.

Kamis, 05 Maret 2015

Yeh Sanih, Singaraja Bali

Yeh Sanih atau Air Sanih yang berjarak sekitar 15 km dari Singaraja, Bali merupakan tempat pemandian dengan sumber mata air panas. Menurut legenda tempat ini merupakan tempat pemandian bagi pasangan muda. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, sumber air panas ini berasal dari Danau Batur yang letaknya ratusan kilometer. Air yang langsung berasal dari mata air ini sering digunakan dalam upacara suci agama Hindu. Yeh Sanihh merupakan salah satu destinasi wisata menarik di pantai Lovina dan berjarak tidak jauh dari Lovina Beach Resort.


Pemandian ini memiliki lingkungan yang sangat cocok bagi mereka yang mencari kedamaian dan relaksasi dari kebisingan hidup sehari-hari. Bukan tanpa alasan, kondisi Yeh Sanih yang hijau, asri dan menenangkan ini dipengaruhi oleh letaknya yang jauh dari pusat keramaian. Setibanya Anda di Yeh Sanih, jangan ragu-ragu untuk langsung masuk kedalam air merasakan sensasi pijatan air hangat di tubuh Anda. Air yang ada di Yeh Sanih ini nantinya akan bermuara di laut. Letaknya yang menghadap langsung ke laut lepas menjadi keindahan tersendiri. Pemandian air panas ini terbuka untuk umum. Bayangkan Anda berendam di dalam air dan mata Anda menatap ke laut lepas, sangat menakjubkan sekaligus menyegarkan. Setelah Anda puas berendam, berkemas-kemaslah untuk menjenguk keindahan lainnya yang ada di sekitar Yeh Sanih.


Di sini terdapat pura yang ditunjukkan kepada dewa Wisnu yaitu Pura Pondok Batu. Pura pondok Batu berada di antara pantai dan jalan, sekitar 7 km di timur Yeh Sanih, pura ini memiliki ukiran batu kapur yang sangat halus di tengah area pura. Anda pasti heran karena ternyata tidak jauh dari Yeh Sanih sekitar 5, 7 km  tepatnya di sebelah timur di Jalan Singaraja, terdapat galeri seni (Art Zoo). Seorang seniman asal Amerika bernama Symon menyimpan hasil karya tangannya yang berharga di galeri ini mulai dari lukisan yang bernuansa riang, eksotis, homoerotik sampai patung-patung bernilai seni tinggi. Galeri ini buka pada jam 8 pagi sampai 6 malam.


KEGIATAN
Setibanya di Yeh Sanih, air hangat yang langsung berasal dari dalam tanah akan siap menyambut Anda dengan hangat. Berendam di dalam air  sambil menikmati pemandangan lautan lepas yang indah pasti akan membuat Anda tersenyum dan damai apalagi ditemani oleh orang yang Anda cintai. Setelah itu bergegaslah menuju ke keindahan lain yaitu menatap kesakralan Pura Pondok Batu dan ke indahan lukisan-lukisan di Galeri Seni Symon. Anda bisa berdiri bermenit-menit lamanya di depan sebuah lukisan mencoba menerka-nerka apa pesan dan nilai yang terkandung dalam lukisan tersebut.


AKOMODASI
Sekitar 1 km timur Yeh Sanih terdapat beberapa villa yang bisa Anda sambangi, villa-villa di sini terbilang besar dan memiliki taman pribadi. Akomodasi lainnya berbentuk lumbung padi yang didirikan didalam taman dan menghadap ke arah laut lepas. Sekitar 1 km timur Pura Pondok Batu, di Desa Alassari, terdapat Pondok Sembiran Bungalow, terletak di lokasi yang tenang dan hening. Semua akomodasi di bungalow ini memiliki pendingin ruangan dan kolam renang yang cantik.


TIPS
Jangan lupa untuk mengisi penuh bahan bakar kendaraan Anda di timur Yeh Sanih karena Anda tidak akan menemukan tempat pengisian bahan bakar sebelum menuju Amlapura.


KULINER
Untuk kuliner Anda bisa mendapatkan di villa dan paviliun yang Anda sewa. Sekitar 100 m sebelah barat Pura Puri Bagus Ponjok Batu terdapat sebuah restoran kecil yang terhubung ke hotel di Lovina Puri Bagus, bertengger di lereng bukit di atas jalan dengan pemandangan pantai yang indah. Restoran ini menyediakan menu makanan Indonesia yang cukup murah.


TRANSPORTASI
Yeh Sanihh berada di jalan utama sepanjang pantai utara, Anda bisa menggunakan bus dari Singaraja dan berhenti di Yeh Sanih. Jika Anda menggunakan kendaraan sendiri, Anda bisa melalui Amed.

Selasa, 03 Maret 2015

Pura Ulun Danu Beratan, Tabanan Bali

Pura ini terletak di dataran tinggi Bedugul Kabupaten Tabanan. Sebuah Dataran tinggi yang menjadi daerah wisata unggulan Pulau Balidwipa, nama lain Bali di masa lalu. Di daerah berhawa sejuk ini Anda disajikan pesona keindahan Danau Bratan sekaligus menikmati produk-produk kerajinan dan hasil kebudayaan masyarakat agraris Tabanan.Terletak di dataran tinggi, menyebabkan tempat ini sangat sejuk dan kadang-kadang di selimuti kabut. Keindahan alam pegunungan dan Danau Beratan yang bersih sangat mempesona, di tengahnya ada sebuah pura Ulun Danu yang merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danu sebagai pemberi kesuburan.


Ini adalah objek wisata yang akan sangat sayang sekali apabila Anda lewatkan saat datang ke Bali. Suasananya di tepi danaunya seolah berada pada zaman silam, kabut perlahan terangkat dari atas danau yang dingin, kemudian pemandangan di baliknya adalah hutan berbukit yang hijau.  Sapuan angin pada permukaan danau, mengantarkan riak kecil ketenangan. Ketika mendung datang maka suasana kabut melingkupi pura, menimbulkan kesan magis yang lainnya. Ada ketenangan yang damai dan sulit Anda temukan di tempat lain. Bedugul tempat Pura Ulun Danu berada itu sebenarnya nama sebuah desa dan bukan nama danau, bukan nama pura, ataupun nama pasar. Anggapan itu muncul karena selain sebagai sebuah desa, dalam sebuah area yang kurang lebih berdiameter 5 km, terdapat beberapa macam tempat yang menarik untuk dikunjungi secara sekaligus sehingga orang kebanyakan menamakannya Bedugul.


Secara lebih tepat, Bedugul adalah nama desanya, sedangkan danaunya bernama Danau Beratan. Danau ini adalah danau terluas kedua setelah Danau Batur yang luas 1.607,5 ha. Sedangkan nama pura-nya adalah Pura Ulun Danu. Pura ini adalah Pura Subak yang disungsung oleh para petani, karena danau Beratan adalah sumber mata air irigasi bagi sawah para petani. Sebagai salah satu ikon pulau Bali, Anda pasti mengenal pura suci ini, setidaknya dapat melihatnya dari gambar uang kertas Rp50.000,00. Pura Ulun Danu Beratan berada di tepi Danau Beratan. Di depan halaman sebelah kiri dari Pura Ulun Danu Beratan terdapat sebuah sarkopagus dan sebuah papan batu yang berasal dari masa tradisi megalitik, sekitar 500 SM. Kedua artefak tersebut sekarang ditempatkan masing-masing di atas babaturan (teras). Diperkirakan bahwa lokasi Pura Ulun Danu Beratan telah digunakan sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan ritual sejak zaman megalitik. Pura Ulun Danu Beratan ini sudah ada sebelum tahun 1556.


Pura Ulun Danu kemudian dibangun oleh Raja Mengwi I Gusti Agung Putu tahun 1633 yang berarsitektur campuran Hindu-Budha dan ditandai dengan stupa Budha. Semenjak pendirian pura tersebut termasyurlah kerajaan Mengwi, dan I Gusti Agung Putu digelari oleh rakyatnya “ I Gusti Agung Sakti”. Pura Ulun Danu Bratan atau Bratan Pura merupakan sebuah candi di atas air berusia tua di Bali. Bangunan yang terdapat di areal wisata Bedugul ini merupakan bangunan kuno, tetapi semua keadaan fisiknya masih bersih dan tertata dengan rapi. Kompleks candi ini terletak di tepi barat laut Danau Bratan di pegunungan dekat Bedugul. Pura Ulun Danu merupakan sebuah bangunan suci umat Hindu yang dibangun untuk memuja Dewi Danu. “Danu” sendiri adalah bahasa lokal Bali yang berarti “Danau”. Sedangkan “Bratan” adalah nama dari danau yang terletak di dataran tinggi Bedugul ini. Candi ini sebenarnya digunakan untuk upacara persembahan Dewi Danu yaitu dewi air, danau, dan sungai. Pura Ulun Danu Bratan ini terdiri dari empat bangunan suci, yaitu; Pura Lingga Petak dengan tiga tingkat “Meru” sebagai tempat pemujaan bagi dewa Siwa, Pura Penataran Puncak Mangu dengan 11 tingkat “Meru” sebagai tempat pemujaan dewa Wisnu, Pura Teratai Bang sebagai pura utama, dan Pura Dalem Purwa sebagai tempat pemujaan kepada Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Trimurti. Pura Dalem Purwa ini berfungsi sebagai tempat memohon kesuburan, kemakmuran dan kesejahteraan. Pura Ulun Danu Bratan tidak terlepas dari pemujaan terhadap Trimurti (Siwa, Brahma, Wisnu).


Hal ini bukan hanya terlihat dari struktur pura pemujaan di Ulun Danu, tetapi juga dari penemuan tiga buah batu yang masing-masing berwarna merah, hitam dan putih pada tahun 1968. Ketiga warna ini merupakan warna suci (Tri Datu), “merah” lambang Bhatara Brahma “sang pencipta”, “hitam” lambang Bhatara Wisnu “Sang Penyeimbang” dan “putih” lambang Bhatara Siwa “Sang Pelebur”. Danau Bratan merupakan salah satu danau penting untuk irigasi. Danau Bratan dikenal sebagai danau "gunung suci", kawasan ini sangat subur, terletak pada ketinggian 1.200 meter, dan beriklim sangat dingin. Menurut mitos yang ada di masyarakat Bali, sebenarnya Danau Bratan ini merupakan danau yang terbesar di pulau Bali awalnya. Namun pada suatu ketika terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat dan akhirnya danau Bratan ini terbagi menjadi tiga bagian, Bratan, Tamblingan dan Buyan. Nama “Bratan” diambil dari kata “Brata” yang berarti mengendalikan diri dengan menutup 9 lubang kehidupan. Kata-kata “Brata” ini dapat kita jumpai dalam istilah “Tapa Brata” yang memiliki arti bersemedi atau bermeditasi untuk mencapai ketenangan agar dapat manunggal dengan alam dan berkomunikasi dengan Yang Maha Gaib.


TIPS
Di dataran tinggi ini sering turun hujan tiba-tiba dan kadang menggenangi bagian pinggir danau, karena itu disarankan Anda membawa payung dan menggunakan sandal. Penyewaan payung tersedia yang dijajakan oleh penduduk setempat.
Udara di sini cuaca cukup dingin sehingga Anda disarankan membawa jaket atau baju hangat.
Anda harus mematuhi untuk tidak memasuki bagian dalam Pura Ulun Danu karena tempat ini memang khusus sebagai tempat peribadatan yang disucikan.


TRANSPORTASI
Bedudul berada di Kabupaten Tabanan, sekitar 18 kilometer sebelah utara Denpasar, dan merupakan dataran tinggi sekitar 850 meter dari permukaan laut. Bedugul bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi atau sewaan kurang lebih selama 1 jam dari pusat kota Denpasar ke arah utara. Sementara dari daerah wisata Kuta jaraknya kurang lebih 70 km. Untuk menuju ke sana Anda akan melalui jalan berliku dan menanjak namun pemandangannya sungguh mengagumkan. Danau Beratan dan Pura Ulun Danu yang terletak di kawasan Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Berada di jalur jalan provinsi yang menghubungkan Denpasar-Singaraja serta letaknya yang dekat dengan Kebun Raya Eka Karya.

Senin, 02 Maret 2015

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Badung Bali

Inilah karya monumental yang mengagumkan di tanah Bali. Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana atau sering disingkat GWK, adalah sebuah taman wisata sekaligus jendela seni dan budaya di bagian selatan pulau Bali. Terletak di Bukit Unggasan-Jimbaran, Tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar. Garuda Wisnu Kencana berada di atas dataran tinggi batu kapur dan dari sana Anda dapat memandang panorama kawasan wisata di pesisir selatan Bali yang berlatar belakang pemandangan alam yang memukau. Berada di ketinggian 126 meter di atas permukaan tanah atau 263 meter di atas permukaan laut. Di areal taman budaya ini, direncanakan akan didirikan sebuah landmark Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi Garuda setinggi 12 meter. Patung raksasa ini merupakan karya pematung terkenal Bali, I Nyoman Nuarta. Monumen ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi ikon bagi pariwisata Bali dan Indonesia. Patung Garuda Wisnu Kencana adalalah perwujudan modern sebuah kebudayaan dan tradisi kuno.


Patung Dewa Wisnu dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara (Sthiti) yang sedang mengendarai burung Garuda. Sebuah karya yang terinspirasi dari kisah Adi Parwa dalam episode Garuda tentang rasa bakti dan pengorbanan burung Garuda untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan. Garuda lalu mengabdi kepada Dewa Wisnu dengan menjadi alat kendaraannya yang akhirnya dilindungi oleh Dewa Wisnu. Kisah mengenai legenda ini terpahat jelas di sisi-sisi Candi Kidal yang berada di kabupaten Malang. Dewa Wisnu dilambangkan sebagai sumber kebijaksaan dan pemelihara dengan menunggang burung Garuda yang merupakan simbol kekuatan dan kemakmuran. GWK adalah simbol kebudayaan yang berbasis keseimbangan alam. Dalam konsep Tri Murthi di mana Dewa Wisnu bertugas untuk memelihara alam semesta dan Garuda sebagai kendaraan Dewa Wisnu merupakan simbol dari pengabdian yang tanpa pamrih. Garuda seringkali dilukiskan memiliki kepala, sayap, ekor dan moncong burung elang, dan tubuh, tangan dan kaki seorang manusia. Mukanya putih, sayapnya merah, dan tubuhnya berwarna keemasan. Ukurannya besar sehingga dapat menghalangi sinar matahari. Garuda adalah seekor burung mitologis, setengah manusia setengah burung. Masyarakat Jepang menyebut Garuda sebagai Karura, di Thailand disebut Pha Krut. Indonesia dan Thailand adalah dua negara yang menggunakan Garuda sebagai lambang negaranya. Patung Garuda Wisnu Kencana diharapkan akan merangsang keseimbangan antara skala dan niskala atau dunia nyata dan tidak nyata sehingga harmonisasi alam dapat tercipta. Patung Garuda Wisnu Kencana adalah simbol misi penyelamatan lingkungan dan penyelamatan dunia. Taman budaya ini juga untuk mendidik masyarakat, khususnya generasi muda agar ikut melestarikan warisan budaya bangsa.


Garuda Wisnu Kencana, merupakan mega proyek terbesar di Bali, rencana pembangunan patungnya setinggi 126 meter dengan lebar bentangan sayap garuda 66 meter, diperkirakan memiliki berat 4000 tons. Dari total luas lahan 200 hektar yang direncanakan, sementara terkuasai 100 hektar, dan total pekerjaan yang selesai hingga saat ini baru sekitar 15 %. Untuk patungnya baru yang selesai adalah setengah badan Dewa Wisnu, kepala burung Garuda, dan tangan Dewa Wisnu. Meski baru sebagian kecil pembuatannya secara jelas Anda akan terkagum-kagum dengan kemegahan dan keindahannya. Patung ini akan mengikat tata ruang dengan jarak pandang sampai 20 km sehingga tempat ini dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot. Patung ini terbuat campuran tembaga dan kuningan serta baja yang pada bagian tertentu akan dilapisi dengan mozaik emas seberat 4.000 ton. Dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter maka Anda akan terperangah melihat ukuran kepala burung garuda yang benar-benar raksasa. Sulit membayangkan bentuk burung garuda ini nantinya secara keseluruhan, yang pasti akan sangat besar sekali. Ukuran tubuh orang dewasa aja masih kalah besar dibandingkan ukuran kuping dari burung garuda ini. Saat ini sebagian dari patung tersebut sudah bisa Anda lihat di lokasi dalam bentuk patung separuh badan dewa Wisnu dan bagian kepala burung garuda. Patung ini dalam tahap pembangunannya meleset dari target yang ditetapkan. GWK dibangun tahun 1997 dan direncanakan awal seluruh bagian patung ini akan selesai tahun 2005 namun proyek ini sempat terhenti terutama karena masalah pendanaan. Masih kurang sekitar 600 miliar untuk merampungkannya. Direncanakan patung GWK ini akan menjadi patung terbesar dan tertinggi di dunia, yaitu 126 meter dengan berat 3.000 ton dan itu mengalahkan Patung Liberty di Amerika Serikat, yaitu 93 meter.


TIPS
Ada beberapa larangan yang harus Anda patuhi, salah satunya yakni tidak boleh merokok dan sopan. Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi bagian informasi berikut ini.

BERBELANJA
Di depan halaman setelah pintu masuk tersedia beberapa toko suvenir yang menyediakan beragam cendera mata dan kerajinan khas Bali yang menarik dan berkualitas.

KULINER
Di dalam GWK tersedia sejumlah kafe dan restoran yang menyediakan layanan kuliner, mulai dari makanan kecil, hidangan ringan hinggabanquets. Layanan on-site catering yang tersedia mampu melayani hingga 2000 porsi dengan berbagai hidangan makanan Indonesia, oriental, serta hidangan International. Anda juga dapat mencicipi makanan di Jendela Bali The Panoramic Resto dengan pemandangan yang memukau.


TRANSPORTASI
Taman seluas 250 hektar ini berada sekitar 40 km di sebelah selatan Denpasar dan bila dari pelabuhan Udara dapat ditempuh sekitar 15 menit atau kurang dari 1 jam dari lokasi perhotelan utama. dari Ubud Anda dapat mencapainya sekitar 1.5 jam dari Ubud dan 30 menit dari Kuta. Anda dapat menggunakan taxi atau menyewa mobil yang banyak tersedia baik di bandara atau pun di berbagai tempat wisata di Bali. Jalan masuk menuju ke kompleks diaspal halus. Panjangnya saja sekitar 1 kilometer, di kanan kirinya dihiasi pilar-pilar bernuansa tebing kapur. Megah. Itulah kesan pertama saat Anda memasuki ke kawasan megaproyek ini.


KEGIATAN
Dengan tiket masuk Rp25.000,00 per orang sebuah harga yang sebanding dengan layanan dan fasilitasnya. Di sini Anda dapat menemukan keindahan bangunan Bali melalui kemegahan monumennya dan sekaligus kekhusukan spiritualnya. Di GWK Anda dapat melakukan beragam kegiatan yang menyenangkan seperti fun ride and adventure, art and cultural package, wedding package, segway fun ride, danoutbond. Setiap harinya ada acara harian seperti pementasan kecak tektekan, tarian Bali, musik rindik, barong ngelawang, joged bumbung, serta tari barong dan kris. Sebelum masuk ke areal parkir Anda akan menemukan di lapangan bawah tebing yaitu 2 bagian tangan patung ini yang berukuran besar. Sebuah pemandangan yang membuat Anda dapat memperkirakan betapa besar ukuran patung nantinya. Di dekat pintu masuk cobalah susuri dinding kapur yang sudah di ukir beberapa tokoh dalam cerita Hindu. Kemudian berikutnya lihatlah tebing-tebing tinggi sekitar 20 meter yang membuat tempat ini terlihat sangat megah dan sangat alami. Bebatuan karang di potong secara vertikal membentuk dinding-dinding tribun dengan hamparan rumput hijau pada bagian dasarnya. Bagian tengah sebuah jalan terbuat dari bebatuan yang membelah lapangan rumput dari bagian paling belakang hingga ke depan patung garuda. Dari luasnya jelas sekali bahwa area ini akan sanggup menampung puluhan ribu pengunjung nantinya.


Ada juga taman yang dikelilingi oleh lampu yang berwarna kuning yang sangat cocok buat berfoto. Antara patung kepala garuda dan patung setengah badan Dewa Wisnu masih terpisah karena pengerjaannya belum selesai. Saat berjalan menuju patung setengah badan Dewa Wisnu terdapat wahana flying fox, marine bridge, danrappeling and rock climbing yang semuanya seharga Rp35.000,00. Beranikan diri Anda untuk mencobanya karena itu sangat mengasyikan. Di tempat ini juga di bangun fasilitas seperti amphitheater, festival kebun, kolam ikan, teater jalanan, ruang pameran, toko cinderamata dan restoran. Anda dapat menyaksikan berbagai pertunjukan dan kegiatan kesenian, kebudayaan serta pameran. Amphitheatre-nya mampu menampung kapasitas 800 tempat duduk dengan tatanan akustik kelas satu yang sering dipergunakan untuk pagelaran seni budaya dan tak tertandingi untuk pagelaran seni budaya. Street Theatre merupakan tempat yang sangat tepat untuk berbagai prosesi, fashion show, dan berbagai pertunjukan bergerak. Lotus Pond yang dikelilingi pilar-pilar batu cadas serta latar belakang patung kepala Burung Garuda menjadikan areal berkapasitas 7500 orang ini sangat dramatis untuk berbagai perhelatan akbar. Plaza Kura-kura, yang memiliki kapasitas sampai 200 orang cocok untuk tempat pertemuan. Ada juga Exhibition Gallery yang memiliki luas 200 m² terdapat 10 m² halaman terbuka di dalamnya. Anda juga dapat menemukan Gapura Batu, yaitu beberapa buah pilar batu cadas alami setinggi 25 meter yang berdiri kokoh yang akan ditatah dengan berbagai ornamen yang diambil dari kisah Ramayana yang menjadi sumber inspirasi seni pertunjukan Bali.


Berdekatan dengan patung Dewa Wisnu terdapat Parahyangan Somaka Giri, yaitu sebuah mata air yang dianggap keramat dimana mengalir air yang mengandung mineral-mineral utama. Keberadaan air di puncak bukit kapur padas ini memang merupakan sebuah keajaiban dan belum dapat dijelaskan dengan ilmiah, sehingga menjadikan tempat ini tepat kunjungan spiritual dan meditasi. Airnya dipercaya sanggup menyembuhkan berbagai penyakit, bahkan dipergunakan penduduk setempat dalam upacara memohon hujan guna mendapatkan panen yang baik. Dengan luas 250 hektar, GWK sanggup merangkum semua kegiatan budaya Bali di sini. Pengunjung GWK akan menyaksikan kemegahan monumental dan kekhusukan spiritual yang mana kesemuanya disempurnakan dengan sentuhan modern dengan fasilitas dan pelayanan terbaik.